Kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah kian meningkat.
Hal ini tentunya mengakibatkan banyak anak-anak sekolah yang mengalami keracunan yang diduga karena makan menu MGB tersebut.
Untuk menindaklanjuti hal ini, pemerintah pun gerak cepat untuk melakukan evaluasi.
Beberapa kebijakan baru pun disusun demi keselamatan anak-anak Indonesia.
Menko Bidang Pangan Zulfifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan beberapa tindakan usai kasus keracunan MBG di beberapa sekolah.
Ia mengatakan, prioritas utama pemerintah adalah keselamatan anak.
Zulkifli mengatakan bahwa insiden keracunan MBG ini bukan sekadar angka, tapi juga menyangkut keselamatan generasi penerus.
Dengan demikian, kata Zulhas, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG yang bermasalah akan ditutup sementara, dievaluasi, dan dilakukan investigasi.
“Salah satu evaluasi yang dilakukan adalah mengenai kedisiplinan, kualitias, kemampuan, dan juru masak, tidak hanya di tempat yang terjadi (keracunan) tetapi di seluruh SPPG,” ujar Zulhas dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (29/9/2025).
Kini, pemerintah mewajibkan SPPG untuk melakukan sterilisasi seluruh alat makan dan memperbaiki proses sanitasi, khususnya terkait dengan kualitas air dan pengolahan limbah.
SPPG juga diwajibkan untuk memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
Source: AyoJakarta.com






























