Kenapa Tetap Capek, Meski Sudah Tidur?

13
Ahhh..capek mau tidur dulu ahh…. Tapi kok pas bangun tetep aja ngerasa capek...kenapa ya?

Katakota.com, -Setiap manusia pasti butuh istirahat, setelah menjalani berbagai kegiatan sepanjang harinya. Pasti tubuh kita lelah menjalani segala aktivitas yang ada. Caranya manusia beristirahat adalah dengan tidur. Tapi, sering ngga sih, meskipun kita ngerasa udah tidur yang cukup, pas bangun tetep aja ngerasa capek. Kira-kira apa ya penyebabnya? Kenapa kita merasa tetep capek, padahal selama di perjalanan itu kita tidur?

Tidur pun memiliki ritme

Sebelumnya kita perlu tahu, tidur itu memiliki ritme. Seperti halnya bernafas, berjalan dan makan, semua yang kita lakukan oleh tubuh, selalu punya ritme, termasuk tidur. Ritme tidur kita ini dinamakan ultradian sleep cycle.

Ngga cuma dangdut yang punya ritme… untuk tidur pun juga punya ritmenya namanya Ultradian Sleep Cycle
Ngga cuma dangdut yang punya ritme… untuk tidur pun juga punya ritmenya namanya Ultradian Sleep Cycle

 

Jadi, ini adalah gelombang otak kita yang diamati oleh peneliti, selama kita tidur. Dapat kita lihat, ada pola atau ritme yang berulang dalam gelombang di otak kita, saat kita tidur. Ritme ini disebut ultradian sleep cycle. Dalam tiap ritme tersebut, terdapat tahapan atau jenjang tidur yang terjadi. Yang dibagi menjadi tahap 1-2-3 hingga tahap REM. Apa arti dari tahapan tersebut? Bagaimana cara kerjanya?

Tidur itu punya tahapan sama aja kaya lagi naik tangga.. Semakin diatas semakin nikmat tidurnya..
Tidur itu punya tahapan sama aja kaya lagi naik tangga.. Semakin diatas semakin nikmat tidurnya..

 

Tahap 1 adalah tahap merem melek atau tidur ringan, yang sering kali dijumpai di gedung DPR RI dan ruang kelas belajar waktu siang bolong. Dalam tahap ini, mata kita bergerak perlahan, dan aktivitas otot tubuh kita mulai melambat.

Kemudian pada tahap 2, pergerakan bola mata kita berhenti, detak jantung kita melambat, suhu tubuh menurun dan kita jadi makin sulit untuk dibangunin. Karena tubuh kita sudah mulai siap, untuk masuk ke tahap selanjutnya, tahap tidur lelap. Pada tahap 3, kita sudah tidur lelap. Gelombang otak kita menjadi sangat lambat dan tubuh kita ada dalam keadaan rileks.

Udah sampe ke tahap tiga nih.. Bentar lagi kita akan memasuki tahap bermimpi indah...
Udah sampe ke tahap tiga nih.. Bentar lagi kita akan memasuki tahap bermimpi indah…

 

Lalu kemudian, tahap REM. Atau tahap Rapid Eye Movement. Dalam tahap ini, mata kita bergerak cepat, nafas kita jadi lebih pendek, dan tekanan darah kita meningkat. Gelombang otak kita dalam tahap REM, ini jadi sama aktifnya seperti gelombang otak kita saat kita bangun. Bisa dibilang tahap ini menghabiskan banyak energi. Kemudian, dalam tahap REM inilah, biasanya kita sedang bermimpi.

Dari tahap 1 hingga REM, dijalani sekitar 90 menit tiap siklus-nya. Namun akan jadi lebih panjang, semakin lama kita tidur. Nah tapi kembali ke pertanyaan awal, kenapa kita tetep capek, meskipun udah tidur cukup? Apa jawabannya?

Tidur cukup aja belum tentu bikin kita segar

Jawabannya adalah waktu saat kita bangun itu, adalah kuncinya. Jika kita bangun tidur ditengah-tengah ritme, maka hasilnya kita akan tetap capek. Oleh karena itu, jika kita melakukan tidur sebentar-sebentar saja, maka kemungkinan besar kita akan bangun ditengah-tengah ritme tidur kita. Yang akibatnya, tidur kita jadi ngga berkualitas, dan malah bikin tambah capek.

Udah tidur berjam-jam kok tetep ngerasa capek juga siih… apa emang waktu ngga ngaruh ya?
Udah tidur berjam-jam kok tetep ngerasa capek juga siih… apa emang waktu ngga ngaruh ya?

 

Itu sebabnya kenapa kita pernah tidur siang dan ngerasa jadi seger banget, tapi kemudian kita tidur malem 8 jam lebih, kemudian dibangunin dengan alarm, tapi masih juga ngerasa capek. Normalnya, orang–orang tidur cukup selama 7,5-8 jam. Tapi, waktu tidur ini tidak menjamin tubuh bakal segar setelahnya. Karena faktanya, waktu dimana kita bangun dalam ritme tidur kita itu, sangat penting. Misalnya, kita kebangun pada fase tidur lelap, atau tidur ringan. Kalau kebangun pas fase tidur lelap, ya pasti badan kita akan ngerasa capek. Bukan cuma oleh jam tidur saja. Jadi, percuma kita tidur berjam-jam karena ngga akan menjamin kita bakalan berenergi atau seger pas bangun.

Tapi jika ditanya seberapa banyak jam yang kita butuhkan untuk tidur dalam sehari. Begitu banyak faktor yang menentukan, seperti usia, gaya hidup, diet, penyakit yang diderita hingga genetik. Jadi, waktu tidur setiap orang berbeda-beda.

Kemudian, jika bicara secara jujur, para peneliti pun masih bertanya-tanya tentang tidur itu sendiri. Bahkan, William Dement, seorang peneliti yang sudah meneliti tidur selama lebih dari 50 tahun, pernah ditanya apa sih alasan kenapa kita tidur? Dan ia hanya menjawab, jawaban paling solid yang kita ketahui hingga sejauh ini adalah, kita tidur karena kita ngantuk. Tidur manusia ternyata masih merupakan sebuah misteri dalam bidang sains.

Jadi, tidur itu adalah cara manusia untuk menjaga otak agar tetap normal. Tidur yang cukup bisa menjaga tubuh tetap sehat supaya tidak halusinasi maupun depresi. Okelah, menjelaskan hal ini semua membuat saya lelah, saya pun ikutan ngantuk.

Sumber : kokbisa.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.