KEPALA DP3AP2KB : Pembinaan Tribina Menjadi Paripurna Kunci Ketahanan Keluarga

17
KEPALA DP3AP2KB : Pembinaan Tribina Menjadi Paripurna Kunci Ketahanan Keluarga,(adit/katakota.com)
lebaran

Tangerang, Katakota.com- Ketahanan keluarga adalah kemampuan keluarga untuk mengelola sumber daya dan masalah yang dihadapi keluarga agar keluarga sejahtera yaitu terpenuhinya kebutuhan seluruh anggota keluarga. Sedangkan menurut UU No. 10 Tahun 1992 merupakan kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan, serta mengandung kemampuan fisk-material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri, dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dan meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin.

Ketahanan Keluarga di masa sekarang menjadi penting mengingat bahwa Keluarga merupakan unit dasar masyarakat yang berperan penting dalam menghasilkan SDM yang berkualitas. Kapasitas keluarga mempunyai peran keberfungsian dan keberlangsungan masyarakat. Banyak masalah sosial yang terjadi berawal dari kegagalan/ketidakberfungsian keluarga sehingga menimbulkan berbagai implikasi sosial, ekonomi, dan sebagainya di masyarakat, seperti tawuran, kekerasan terhadap anak, seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja, dll.

Ada 3 komponen ketahanan keluarga yaitu ketahanan fisik, ketahanan sosial dan ketahanan Psikologis. Ketahanan fisik berkaitan dengan kemampuan ekonomi keluarga yaitu kemampuan anggota keluarga dalam memperoleh sumber daya ekonomi dari luar sistem keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, perumahan, pendidikan dan kesehatan. Ketahanan Sosial merupakan kekuatan keluarga dalam penerapan nilai agama, pemeliharaan ikatan dan komitmen, komunikasi efektif, pembagian dan penerimaan peran, penetapan tujuan serta dorongan untuk maju, yang akan menjadi kekuatan dalam menghadapi masalah keluarga serta memiliki hubungan sosial yang positif. Ketahanan Psikologis adalah kemampuan anggota keluarga untuk mengelola emosinya sehingga menghasilkan konsep diri yang positif dan kepuasan terhadap pemenuhan kebutuhan dan pencapaian tugas perkembangan keluarga. Kemampuan mengelola emosi dan konsep diri yang baik menjadi kunci dalam menghadapi masalah-masalah keluarga yang bersifat non fisik (masalah yang tidak berkaitan dengan materi seperti masalah kesalahpahaman, konflik suami dan istri, dsb).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Perempuan, Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Ir. Hj. Iis Aisyah Rodiah menjelaskan,  Tribina merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang anak baik secara fisik, motorik, kecerdasan dan emosional, sosial ekonomi dengan sebaik-baiknya kepada balita dan anak remaja.

Untuk  memantapkan program ketahanan dan kesejahteraan keluarga, diperlukan peranan dari berbagai aspek didalamnya peran dari program Tribina yakni bina keluarga balita, bina keluarga remaja serta bina keluarga lansia.

‘’Tribina juga berguna meningkatkan kesejahteraan Lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan masa usia lanjut yang produktif, mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat,’’ ungkap Iis.

Dalam memahami program Tribina dan untuk meningkatkan kualitas keluarga sebagai orang tua, harus memahami dan menerapkan 8 fungsi dalam kehidupan sehari-hari yakni, fungsi agama sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidikan, ekonomi, serta fungsi lingkungan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari semua usia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pendidikan, jumlah anak, lama menikah, pendapatan dan manajemen sumber daya keluarga berhubungan dengan ketahanan keluarga. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi, pemenuhan pendapatan, usia lama pernikahan sebagai bagian dalam pemenuhan kematangan dalam menjalani kehidupan keluarga.Jumlah anak dan pengelolaan sumber daya keluarga yang optimal dapat menghantarkan pada keluarga yang tahan.

Maka dengan meningkatkan Tribina menjadi paripurna diharapkan dapat mewujudkan ketahanan keluarga, karena faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan keluarga merupakan bagian pembinaan Tribina. (ADV)

Dampak Positif Keluarga yang Memilki Ketahanan :

1.            Keluarga berpeluang besar untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai yaitu keluarga yang bahagia, harmonis, sejahtera bahkan berkualitas.

2.            Keluarga lebih mudah (tidak menghadapi kesulitan berarti) dalam menghadapi kondisi atau situasi darurat.

3.            Keluarga akan lebih mudah beradaptasi terhadap berbagai perubahan situasi dan kondisi, khususnya yang tidak diinginkan.

4.            Keluarga berkontribusi melahirkan SDM yang baik, generasi penerus bangsa yang menjadi sasaran pembangunan nasional.

5.            Keluarga memilki kesempatan yang besar untuk berkontribusi dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan harmonis.

6.            Keluarga berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.