Kisah Entis Sutisna hijaukan lingkungan dengan tanaman anggur

5
Entis Sutisna pengagas kampung tematik Anggursari di Kelurahan Neglasari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang /foto dok pribadi

Entis Sutisna 41 tahun ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Neglasari Kecamatan Neglasari berhasil mengajak warga menghijaukan lingkungan dengan menanam tanaman buah anggur. Berawal dari satu RT meluas ke satu RW hingga kemudian wilayah tersebut ditetapkan menjadi kampung tematik Anggursari.

Entis yang juga nominator Tangerang Awards kategori RT-RW inspiratif ini sebelumnya sudah menekuni budidaya tanaman tersebut dari rekan komunitas tanaman. Sebagai ketua RT Iapun berinovasi mengajak warganya menghijaukan kampung dengan tanaman anggur.

“Dipilihnya Anggur sebagai ciri khas di kampung ini selain saya sudah belajar juga banyak di sukai oleh kalangan masyarakat, warga bisa menikmati saat panen, apa lagi jenis impor masih jarang sekali yang budidaya,” ujar dia.

Ia menceritakan proses awal menanam pohon anggur di lorong kampung tepatnya depan dan samping kantor kelurahan Neglasari.

“Tentu banyak sekali kendala, misal pohon anggur di patahkan,di cabut, tapi saya tidak menyerah saya tanem lagi, niatnya menghijaukan lingkungan, ” ujarnya.

Kondisi saat ini hampir satu RW 02 menanam pohon anggur ada yang di lorong, ada yang di halaman rumah. “Selain hijau dan asri juga punya nilai ekonomi tambah bagi warga sekitar yaitu kita bisa jual bibit serta buah,” katanya.

Kampung Anggursari yang dipelopori oleh Entis tak hanya sekedar penghijauan dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat namun juga menjadi sarana edukasi dan wisata.

Terlebih Entis telah mengembangkan budidaya tanaman anggur lebih dari 20 jenis baik import maupun lokal.

Buah anggur dari berbagai jenis dengan bentuk buah yang beragam dan berwarna menarik ini mendorong banyaknya warga datang belajar budidaya. Kemudian dilanjut dengan membeli bibit untuk ditanam dirumah dan kantor.

“Kampung Anggur sari kini tak hanya binaan Pemkot Tangerang namun juga dari swasta yakni PT Angkasa Pura 2. Kelurahan-kelurahan banyak yang datang untuk diterapkan di kampung tematik yang sudah berdiri, Dari mahasiswa dan warga dari dalam dan luar kota Tangerang,” ungkapnya.

Entis pun membagikan tips menanam anggur yang mudah kepada masyarakat diantaranya menanam pohon anggur bisa dilakukan dipot, atau langsung grounding/ tanam langsung di tanah.

“Kalau dengan pot standar diameter 50-70cm,bila ditanah langsung gali ukuran 50 x50 kedalaman nya, intinya kita tanam dulu, perawatan seminggu sekali rutin dikocor mpk satu sendok makan dengan 5 liter air, sampai umur pohon 4 bulan, lalu jika sudah berumur 4 bulan keatas berikan pupuk dengan MKP,” ujar dia. Kemudian sampai masa pembuahan, untuk jenis tertentu umur 6 bulan sudah bisa dibuahkan.

“Sebenarnya minimal pembuahan umur 8-12 bulan tergantung kesuburan pohon anggurnya,”katanya.

Adapun media tanam yang digunakan yaitu kompos, sekam bakar, tanah, kohe kambing, di tambah pasir dengan perbandingan 1×1.”Bisa ditambahkan kapur dolomit untuk menstabilkan keasaman tanah,” tukasnya. (Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.