Kisah komunitas Pustaka Muda Indonesia, Bangun Taman Baca Masyarakat

153

Tangerang, Katakota.com – Menjadikan masyarakat cerdas dan rajin membaca adalah misi mulia dari Komunitas Pustaka Muda Indonesia. Untuk mewujudkannya membutuhkan perjuangan diantaranya seperti yang dilakukan di Kampung Bakung Kecamatan Balaraja yang menyulap kontrakan dua pintu menjadi Taman Baca Masyarakat (TBM).

Tiada yang menyangka sebuah kontrakan sederhana di Kampung Bakung RT 04 RW 01 Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang itu di penuhi buku-buku yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Adalah Christianto Slamet sang pengagas sekaligus pendiri TBM tersebut. Ide nya berawal dari hobi membaca, dan mengoleksi buku-buku. Lamban laun dirinya menginginkan koleksinya bertambah dan bermanfaat untuk masyarakat. Upayanya itu didukung teman-teman dan masyarakat sekitar, koleksi buku-buku pun bertambah hasil swadaya dari masyarakat.

“Untuk saat ini, ada beberapa buku saja yang sudah tersedia di rak tempat penyimpanan buku, dari buku Pelajaran, Komik sampai dengan Novel,” ujarnya.

Pihaknya mengakui di TBM masih banyak kekurangan koleksi buku untuk para pembaca, Selain itu juga membutuhkan arena edukasi untuk bermain anak usia dini agar lebih nyaman membaca di lingkungan taman baca masyarakat bakung.

Dikatakannya untuk para pengajar yang sering kali membantu memberikan ilmu serta pengetahuan kepada para pembaca, dari beberapa tokoh masyarakat balaraja dan melibatkan Mahasiswa – Mahasiswi dari berbagai Kampus yang ada di wilayah Provinsi Banten, seperti Mahasiswa Kampus Esa Unggul, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Islam Negeri, Universitas Muhammadiyah Tangerang dan beberapa kampus yang ada di wilayah Tangerang, yang tergabung di Komunitas Pustaka Muda Indonesia.

Penggagas Komunitas Pustaka Muda Indonesia Bagus Muhammad Rijal mengatakan, anggotanya tergabung dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang ada di wilayah Provinsi Banten yang mengajukan diri sebagai relawan Pustaka di beberapa Taman Baca, Tujuannya adalah menciptakan Taman Baca di berbagai daerah agar masyarakat menjadi Cerdas dan rajin untuk membaca, karena dengan membaca kita bisa mendapatkan ilmu.

“Kami akan terus membuat Taman Baca di beberapa daerah, baik dekat dengan pusat kota ataupun jauh dengan pusat kota,” ujarnya.

Ditambahkannya pengalaman sebelumnya yang sudah dijalani di beberapa daerah yakni yang jauh dengan pusat kota seperti di Kabupaten Lebak, selain menempuh perjalanan yang jauh pihaknya juga kesulitan untuk memberikan pemahaman kepada para peminat baca agar lebih giat untuk membaca, namun, dengan tekad serta niat untuk mencerdaskan maka hal itu dapat dilalui dengan baik.

Salah satu pembaca di Taman Baca Kampung Bakung Lita (12) mengatakan, Adanya taman baca ia bisa belajar di taman baca, dan mengetahui tentang buku-buku yang baru dibaca, bisa juga mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) di Taman Baca dan di ajari oleh pembimbing.

“Pengen ada mejanya, soalnya kalau lagi nulis suka pegel kalau sambil duduk di lantai, pengen ada kipas angin juga, kalau siang suka panas dan gak konsen kalau mau baca, semoga nanti taman baca bisa lebih lengkap lagi buku-bukunya sama peralatannya, “Ujarnya.(Mad sutisna/KK).

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.