Kisah Serka Iswandi, Babinsa di ciledug dirikan yayasan sosial

19
Serka Iswandi Babinsa di Ciledug saat memberikan santunan kepada masyarakat/ist
Mengisi kemerdekaan saat ini bagi Serka Iswandi adalah dapat membantu sesama terutama warga di wilayahnya bertugas sebagai Babinsa di Kelurahan Kreo Kecamatan Larangan.
Bertugas di wilayah perbatasan Kota Tangerang dengan Jakarta membuat anggota Koramil 04 Ciledug ini mengenal berbagai macam karakter masyarakat setempat.
Diakuinya saat bermasyarakat sebagian orang awam menganggap Anggota TNI seram namun kedekatan dengan warga membuat stigma itu kini tak ada lagi.
Serka Iswandi menceritakan saat pulang piket menyempatkan keliling wilayah kemudian ditemui warga yang sakit. Saat itu hanya ada ibu dan anak yang kebingungan sebab bapaknya sedang tidak berada di rumah.
“Saya antarkan ke RS dan menjadi penanggung jawab sementara di RS sampai bapaknya datang, yang penting warga tertolong dahulu,” ujarnya.
Kemudian juga pernah Serka Iswandi saat pulang dari wilayah dan hendak mengantarkan anaknya yang sakit untuk berobat harus kembali lagi dikarenakan adanya menerima telepon darurat dari warga.
“Ada warga yang nyawanya terancam dari keluarga ada yang mengamuk, seketika saya meminta anak untuk berobat dengan orang lain,” terangnya.
Serka Iswandi mengaku senang dan bahagia dapat membantu warga di wilayahnya. Menurutnya mengisi kemerdekaan saat ini tak hanya terkait keamanan dan pertahanan tetapi juga membantu orang-orang yang kesulitan disekitar kita.
Serka Iswandi bersama anak-anak binaan yayasan Fajar Qolbi/ist
Mendirikan Yayasan SosialĀ 
Bertugas sebagai Babinsa yang mengetahui kondisi masyarakat membuat Serka Iswandi tergerak mendirikan yayasan sosial yang membantu anak yatim dan dhuafa.
Berawal dari enam tahun lalu saat memiliki rejeki mengantarkan langsung santunan kerumah anak-anak yatim.
“Saat itu sekedar untuk jajan dan ongkos sekolah dan jumlah anak yatimnya masih sedikit,” ujar dia.
Tekad Iswandi membantu anak yatim dan dhuafa dilakukan dengan mencari penghasilan tambahan yakni diantaranya menjadi agen bahan bangunan dan berdagang sajadah.
“Kebetulan saya punya kenalan menjual bahan bangunan, saya tawarkan ke warga yang sedang renovasi rumah, keuntungan saya sisihkan untuk anak yatim,” ujarnya.
Begitu juga saat berdagang sajadah, kain sarung dan perlengkapan salat, keuntungan penjualan dipergunakan membantu yatim dan dhuafa saat Ramadan.
“Alhamdulillah ratusan sarung dan sajadah terjual, sebelum lebaran yatim dan dhuafa menerima santunan,” kata dia.
Seiring berjalannya waktu Iswandi memberanikan untuk melegalkan upayanya membantu yatim dan dhuafa dalam bentuk yayasan sosial yang diberi nama Fajar Qolbi.
“Saat ini ada 82 anak yatim binaan yang dibantu kebutuhan sekolahnya, kemudian 115 ibu-ibu yang suaminya sudah meninggal dibantu kebutuhan sembako setiap bulannya,” tutur dia.(Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.