Komplotan Spesialis Taksi Online,  Diringkus Polresta Tangerang

7
Ilustrasi spesialis komplotan taksi online

Tangerang, Katakota.com – Komplotan spesialis rampok taksi online berhasil diringkus Polresta Tangerang, Karena melawan satu dari tujuh tersangka tewas ditembak.

Pencurian dengan kekerasan terhadap pengemudi taksi online terjadi Sabtu (24/3/2018) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Tol Jakarta Merak kilometer 44.400, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa itu berawal saat korban Teddy Rianto Liman (69), warga Jalan Daan Mogot, Kapling 100 komplek Taman Surya, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat mendapat order dari tersangka YK (29) dan SY (23) sekitar pukul 22.00.

Order yang dilakukan YK dan SY menggunakan telepon genggam dari hasil curian. Korban kemudian menjemput YK dan SY di Jalan Hadiah, Kelurahan Jelambar, Wijaya Kusuma.

Saat berada di dalam mobil, tersangka YK dan SY membatalkan transaksi aplikasi. Namun, YK dan SY meminta orderan secara reguler ke Cilegon dengan tarif Rp 450.000.

Teddy pun bersedia mengantar YK dan SY. Selanjutnya YK duduk di samping kemudi sedangkan SY duduk di kursi belakang.

Sesampainya di kilometer 44/400, YK dan SY meminta korban untuk memberhentikan mobil, kemudian SY menodongkan sebilah pisau ke bagian leher korban. Saat itu, korban sempat melakukan perlawanan dengan memegang sebilah pisau hingga melukai jempol jari tangan korban.

Korban yang hendak melawan membuat YK yang duduk di samping kemudi mengancam korban agar tidak melakukan perlawanan. YK lalu mengikat kedua tangan korban dengan lakban hitam.

YK juga menutup mata korban dan menyumpal mulut korban dengan lakban hitam. Kemudian korban dipindahkan ke kursi belakang.

Kedua tersangka sempat membawa korban berputar-putar, sesampainya di kilometer 87, korban diturunkan.

Sedangkan YK dan SY melarikan mobil Ertiga milik korban. Setelah diturunkan di pinggir tol, korban berusaha melepas ikatan. Setelah berhasil melepas ikatan, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cisoka.

Usai mendapat laporan dari korban, pihak kepolisian mulai mendeteksi keberadaan para tersangka berikut kendaraan hasil kejahatan.

Jumat, (30/3/2018) polisi berhasil membekuk NPP (41) yang berperan sebagai perantara penjual mobil hasil kejahatan, diikuti oleh satu per satu tersangka lainnya.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, satu pelaku meninggal dunia saat ingin diamankan.

“Tersangka YK meninggal setelah ditembak oleh anggota lantaran melawan dan mencoba melukai petugas,” tegas Kapolresta Tangerang.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti satu unit kendaraan Merk Suzuki Ertiga bernomor polisi (Nopol) B2925KT, satu unit telepon genggam milik korban, sati unit telepon genggam milik pelaku yang dipergunakan untuk memesan aplikasi Grab, dan STNK mobil korban.

Selanjutnya tersangka beserta barang bukti diamankan ke Polresta Tangerang untuk penyelidikan dan pengembangan kasus ini lebih lanjut.(Mad sutisna/KK).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.