Jakarta, KataKota.com – Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan maskapai penerbangan tersebut mengeluarkan biaya yang amat besar untuk keperluan avtur bagi seluruh armada pesawat yang dimiliki.
Pembelian avtur oleh Garuda Indonesia selama ini dilakukan kepada PT Pertamina (Persero).
Direktur Utama Garuda Indonesia M Arief Wibowo menjelaskan, dalam setahun, Garuda Indonesia membutuhkan setidaknya 1,2 miliar liter avtur. Ditambah dengan Citilink, maka konsumsi avtur flagship carrier tersebut mencapai 2 miliar liter per tahun.
“Avtur Garuda Indonesia itu 1,2 miliar liter per tahun. Kalau sama Citilink, maka jadi 2 miliar liter per tahun,” kata Arief di Kantor Kementerian BUMN, Senin (30/11/2015).
Menurut Arief, biaya yang harus dibayarkan Garuda Indonesi untuk pembelian avtur akan semakin bertambah setiap tahun. Pasalnya, Garuda Indonesia dan Citilink akan terus menambah armada pesawat untuk memperluas jaringan dan bisnis.
Ia menjelaskan, Garuda Indonesia akan menambah 9 armada ATR 72-600, 5 armada Airbus A 330, dan 1 armada Boeing 777.
Sementara itu, Citilink akan menambah setidaknya 8 armada pesawat baru. Dengan kerjasama pemanfaatan aset antara Garuda Indonesia dengan Pertamina bisa menekan biaya avtur. (Kompas/Eq)


























