Katakota.com- Pemkot Tangerang bekerja sama dengan Forum Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kota Tangerang tengah mengembangkan gagasan untuk menjadikan Kota Tangerang menjadi Kota Pusat Pelatihan atau Learning City.
“Tujuannya adalah untuk menciptakan generasi serta lulusan-lulusan yang siap kerja. Jadi ide awalnya itu adalah agar para siswa-siswi yang bersekolah di Kota Tangerang termasuk yang di perguruan tinggi juga supaya mendapatkan pelatihan kerja dari LPK-LPK yang ada di Kota Tangerang ini.”ujar Arief dalam keterangannya Jumat (14/4).
Arief mengatakan, dirinya ingin agar SDM-SDM di Kota Tangerang terutama yang merupakan pelajar ini dapat memperoleh kemampuan serta keterampilan kerja sedini mungkin agar dapat memperbesar peluang untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus dari sekolah.
“Diharapkan nantinya setelah lulus anak-anak kita tidak hanya mengandalkan bekal ilmu pelajaran saja tetapi juga skill serta keterampilan yang spesifik yang dapat memperbesar peluangnya untuk diterima.” katanya
“Contohnya adalah skill bahasa asing tentunya jika memiliki keterampilan bahasa tersebut, peluangnya akan jauh lebih besar untuk diterima bekerja di luar negeri daripada mereka yang hanya menguasai satu bahasa saja, misalnya. Apalagi sekarang kan eranya sudah industri 4.0”
“Selain itu juga agar dengan diberdayakannya LPK-LPK ini juga nantinya bisa menjadikan Kota Tangerang menjadi pusat pelatihan kerja, makanya saya ingin mendorong agar LPK-LPK ini ditarget agar bisa semuanya tersertifikasi dan terakreditasi.” terangnya.
Sementara itu, Ketua Forum LKP Kota Tangerang, Handito Joewono berharap kolaborasi ini nantinya dapat semakin memajukan Kota Tangerang menjadi kota yang unggul dan berdaya saing.
“Ya LPK merupakan mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menciptkan SDM-SDM yang unggul tentunya kita berharap kerjasama ini dapat berjalan lancar.”
“Dan sesuai dengan instruksi pak wali juga nanti kita akan targetkan agar di tahun ini semua LPK-LPK di Kota Tangerang dapat tersertifikasi dan terakreditas sehingga sinergitas ini dapat lebih optimal.” tukas Handito.(dit)


























