KPA Ajak Media Hapus Stigma Negatif Aids

3

Katakota.com – Komisi penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Tangerang menggelar Penguatan tentang bahaya HIV AIDS kepada awak Media , khususnya di Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut di gelar di salah satu rumah makan di bilangan Telaga Bestari Balaraja, Kamis (1/01/2018), yang dihadiri narasumber yang kompeten di bidangnya.

Eko Dermawan selaku Perencanaan program KPA Kabupaten Tangerang mengatakan bahwa, masyarakat harus aktif jika melihat gejala-gejala penyakit HIV/AIDS, walaupun itu keluarganya, segera laporkan kepada kami agar kami melakukan tindakan terhadap si penderita.

“Masyarakat harus menghapus stigma negatif jika keluarganya terjangkit virus HIV, jangan merasa malu untuk melaporkan keluarganya jika terjangkit virus tersebut,”ucapnya.

Untuk itu pihaknya melakukan pemahaman kepada Media agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat lewat tulisan, dengan pembahasan-pembahasan oleh narasumber mumpuni pada hari ini.

Dalam pembahasan HIV/AIDS, dr.Hendra Tarmizi mengungkapkan, Virus HIV jika masih berada di luar, maka virus tersebut tidak akan menular.

“Jika terdapat penderita virus HIV dan satu minum dengan kita, maka bisa di pastikan virus tersebut tidak akan menular melalui minuman tersebut, melalui darah itu bisa saja tertular melalui transfusi darah, jika yang di tranfusi tersebut mengidap penyakit HIV, maka bisa di pastikan akan tertular. Dan yang lebih hati-hati adalah para ibu menyusui, Jika ibu mengidap virus HIV, maka bisa saja si anak yang menyusui akan tertular,” papar dia.

Bagi warga yang tinggal satu rumah dengan pengidap virus HIV, jangan risau dan takut, karena tidak akan tertular virus tersebut melalui makanan dan minuman.Dan jika satu kolam renang pun virus tersebut tidak akan menular melalui air satu kolam.

Ia juga menjelaskan bahwa pengidap virus HIV tidak akan menular jika berpelukan dan berciuman, kecuali berciuman hingga berdarah.

Yang perlu di waspadai adalah fase 1 dan fase 2, di mana penderita HIV tidak terlihat oleh masyarakat, karena daya tahan tubuhnya masih stabil dan sehat

Fase itulah yang perlu di waspadai, karena sangat kencang penularannya. Dan fase 3 adalah sangat kelihatan fisiknya,karena dia sakit-sakitan dan badannya sangat lemah.
(Mad sutisna/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.