Mahasiswa “Koboi” Tembak Pengendara Motor Karena Hal Sepele

4
Ilustrasi Penembak

Katakota.com, -Kepolisian Polres Kota Surakarta berhasil mengamankan seorang mahasiswa yang melakukan penembakan dengan senjata airsoft gun terhadap pengendara sepeda motor, di Jalan Slamet Riyadi Kleco Laweyan Solo.

Kapolresta Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo mengatakan, pelaku seorang mahasiswa bernama Peta Ocky diamankan di rumahnya di Pajang Solo, dan kini masih diperiksa oleh petugas di Mapolresta Surakarta.

Menurutnya, pihaknya mengamankan pelaku karena ada laporan kejadian penembakan dari masyarakat, dan juga menjadi viral di media sosial. Kejadiannya di kawasan Kleco Solo tepatnya di Jalan Slamet Riyadi, pada Jumat (26/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa penembakan senjata airsoft gun terhadap korban berinisial AM itu, berawal dari pelaku Ocky yang mengendarai mobil Pajero Nopol AD 7157 AH diduga terjadi senggolan dengan pengendara sepeda motor (korban) saat melintas di lampu merah Kleco Jalan Slamet Riyadi. Korban kemudian menggedor mobil pelaku.

“Pelaku yang emosi kemudian membuka kaca mobil mengeluarkan kata-kata kasar kepada korban, dan kemudian mengeluarkan senjata airsoft gun yang ditodongkan ke pengendara. Pelaku mengeluarkan tembakan empat kali, dan dua kali mengenai sepeda motornya, satu kali lepas dan satu kali mengenai punggung korban,” kata Hari, Sabtu (26/5/2018).

Bahkan, kejadian penembakan tersebut ada yang merekam dengan video dari belakang, dan menjadi viral di medsos.

“Kami setelah mendapat laporan dan melihat videonya langsung melakukan pengamanan kepada pelaku di rumahnya,” sambungnya.

Kata dia, pihaknya memproses hukum pelaku penembakan tersebut agar menjadi pembelajaran bagi warga masyarakat Solo untuk menghindari sifat arogan dan emosi, apalagi sekarang sedang bulan Ramadan.

“Solo ini, kota yang aman, nyaman, damai dan tenang. Mari kita jaga bersama kedamaian dan ketenangan di Kota Solo ini,” tuturnya.

Selain itu, polisi juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata airsoft gun merk KWC dan kartu nomor registrasi senjata buatan Taiwan untuk disita. Atas perbuatan pelaku akan dijerat dengan pasal 351 KUHP, tentang penganiayaan, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Saya menyesal dan menodongkan senjata airsoft gun ke korban karena emosi,” kata pelaku saat diperiksa oleh petugas di Mapolresta Surakarta.

Sumber: Okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here