Tangerang, KataKota.com – Abon merupakan makanan yang dikenal khas daerah Solo, namun demikian di daerah Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Abon juga di produksi oleh warga di perumahan Medang Lestari, blok D 5 D.no.16, Kelurahan Medang, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten yang di pasarkan secara online dan sudah merambah ke beberapa daerah luar jawa. Kusni sang pembuat abon sekaligus pemilik mengaku sudah berhasil menjual abon miliknya ke beberapa daerah seperti, Surabya, Pontianak, Jambi, dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia.
Ditemui di rumahnya, Ibu Kusni dibantu suaminya hampir setiap harinya memproduksi Abon yang dibuatnya dalam 6 cita rasa, yakni abon belut, tuna, ayam, sapi, jamur dan lele. “menjadi keunggulan kami ialah abon kami tidak mengunakan MSG, yang berarti kami mengutamakan segi kesehatan,” terangnya.
Usaha abon yang telah dirintis sejak tahun 2012 ini menyasar segmen ibu-ibu yang terkadang mengeluh kesulitan saat anaknya tidak mau makan ikan. “Banyak ibu-ibu yang memesan kepada kami memesan abon untuk membantu agar anaknya suka makan ikan, dan rata-rata berhasil,” jelasnya.
Harga jual abon Medales ini juga tidak mahal, dengan kualitas yang mengutamakan mutu, harga yang berfariasi dari Rp 20 rb – Rp 40 rb itu di yakini oleh Kusni sudah ideal.
Mengikuti pameran di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional kerap kali di ikuti oleh Kusni yang memang konsen menggeluti bisnis ini sejak beberapa tahun silam sejak suaminya terkena PHK. Namun demikian dia mengaku memiliki keterbatasan untuk melakukan pemasaran abon nya. “Saat ini kami hanya mengandalkan re-seller dan juga penjualan online, namun belakangan ini tidak seramai sebelumnya,” ungkapnya kepada KataKota.com.
Seiring waktu, dengan perjuangan yang gigih mulai dari mencari cita rasa abon yang pas hampir dua tahun lamanya, merek yang sesuai hukum hak cipta dan produk yang diakui dinas perdagangan, Kusni yakin kedepan bisnisnya akan menuai hasil optimal. (eky)





























