Melestarikan Budaya di Kampung Tehyan

267
Melestarikan Budaya di Kampung Tehyan/Foto istimewa
Katakota.com- Warga di RT 03 RW 04 Kampung Sewan Lebakwangi Kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari melestarikan budaya dan tradisi setempat dengan mendirikan Kampung Tehyan atau Tertib Eksotis Hijau Yakin Aman dan Nyaman.
Nama Tehyan diambil dari nama alat musik tradisional yang berasal dari Tionghoa yang kemudian digunakan oleh masyarakat Betawi untuk dipadukan dengan kesenian Lenong dan Ondel-ondel.
Henny Lim selaku pengurus kampung Tehyan mengungkapkan, kampung Tehyan berdiri sejak tahun 2018 sesuai dengan instruksi dari Wali Kota Tangerang agar setiap Rukun Warga memiliki kampung tematik yang mengangkat kearifan lokal sekitar.
 “Bersama warga, pengurus koperasi, RT-RW, Kelurahan dan sesepuh lingkungan sepakat memberikan nama kampung tematik menjadi kampung Tehyan,” ujarnya.
Nama Tehyan dipilih sesuai dengan kearifan lokal setempat dimana wilayah tersebut 95 persen warganya merupakan etnis keturunan Tionghoa atau dikenal dengan sebutan Cina Benteng yang hingga saat ini masih menjaga dan merawat tradisi budaya.
“Salah satu ikon kampung Tehyan adalah Pak Goyong yang merupakan seniman dan satu-satunya pengrajin Tehyan di Kota Tangerang yang sudah terkenal di Indonesia,” ujar Henny.
Selain itu kampung Tehyan juga memiliki ragam budaya Tionghoa yang masih dilestarikan hingga saat ini yaitu sejit klenteng, sembahyang onde dan tradisi makan onde, dan lainnya. Kampung Tehyan juga berdiri Klenteng Tjong Tek Bio yang merupakan salah satu Klenteng tertua di Kota Tangerang.
“Kalau di tempat lain menampilkan budaya Tionghoa hanya dekorasi dan bangunan buatan saja, di Kampung Tehyan menampilkan budaya yang masih dijaga sampai saat ini,” kata Henny.
Henny mengungkapkan dengan berdirinya kampung budaya Tehyan yang berdekatan dengan Bandara Soekarno-Hatta dapat menjadi destinasi wisata sekaligus meningkatkan perekonomian warga setempat melalui pemberdayaan masyarakat dan UMKM.
“Warga kampung Tehyan telah mengikuti berbagai pelatihan mulai dari pelatihan membuat kue, pelatihan membatik,  pelatihan Tehyan dan lainnya, pelatihan kemudian dipraktekan yang hasilnya bermanfaat untuk diri sendiri dan juga lingkungan,” pungkasnya.(diz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.