>Komunitas Biola Tangerang
Tangerang,Katakota.com- Banyak yang mengatakan bermain alat musik biola (violin) hanyalah kalangan orang tertentu yang berduit. Ini yang menyebabkan, alat musik ini kurang digemari para remaja. Padahal faktanya tidak seperti itu.
Suprapto (34) pria yang bertempat tinggal di Kampung Gebang, kecamatan Periuk ini mengatakan memang pada awalnya dirinya merasa bahwa biola merupakan salah satu alat musik yang ekslusif. Namun karena hal itulah membuatnya tertarik untuk mempelajarinya.
Suprapto mengaku pertama kali mengenal alat musik biola secara otodidak melihat di televisi dan pertunjukan musik. Menurutnya saat itu ekslusifnya biola sudah terlihat, mulai dari cara berpakaian yang memainkannya yang memakai pakaian jas formal, serta cara bermainnya yang mengiringi pagelaran konser.
“Biola terkesan ekslusif dan mahal,juga terlihat sulit memainkannya,padahal kalau serius sama saja dengan alat musik lainnya malah lebih unik memainkannya,”ujar Suprapto
Setelah beberapa saat belajar sendiri dengan biola, lalu dirinya bertemu dengan salah seorang teman lamanya yang sudah lama berkecimpung dengan alat musik biola dan mengajaknya untuk bergabung dalam komunitas biola yang ada di Taman Suropati Jakarta.
“Disana banyak teman-teman yang sudah ahli memainkan biola dirinya semakin berkembang dalam memainkan biola hingga sampai saya dapat mengetahui kerusakan dan memperbaiki biola,” jelasnya.
Seiring waktu dengan ilmu yang dimilikinya dari teman-teman komunitas di Taman Surapati Jakarta dengan niat awalnya agar image tentang alat musik biola dapat berubah maka dirinya memasyarakatkan biola dengan membentuk Komunitas Biola di Tangerang yang biasa menggelar latihan di lapangan Ahmad yani Kota Tangerang setiap akhir pekannya. “Saya terinspirasi di Surapati yang berhasil memasyarakatkan biola,”ungkapnya
Dengan langkahnya tersebut, Suprapto berharap agar masyarakat dari kalangan menengah di Kota Tangerang juga bisa mengenal dan memainkan biola. Karena selama ini biola hanya dikenal ditempat kursus dengan biaya yang relatif mahal, Sementara di Komunitasnya walaupun dipungut iuran namun masih terjangkau untuk semua kalangan.
“Dengan latihan di tempat terbuka membuka perhatian kepada masyarakat bahwa biola dapat dipelajari oleh siapa saja, untuk harga biola sendiri relatif untuk standar pemula dapat didapatkan dengan harga 700-800 ribu per buahnya,”pungkanya. (ACW)























