Tangerang, Katakota.com- Mentri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku kecewa karena masih ada pejabat yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti kasus di Sumatera Utara dan Banten.
Ia berharap, dalam momentum peringatan hari antikorupsi, seluruh pejabat bisa melakukan gerakan mental dalam wujud revolusi Mental.
Tidak hanya sekedar seremonial saja tetapi, peringatan hari antikorupsi pun dapat jadi momentum untuk perbaikan.
“Revolusi Mental yang digaungkan oleh Presiden harus menjadi gerakan untuk memberantas KKN di Indonesia,” katanya ditemui saat memantau TPS di Perumahan Narada Serpong Tangerang Selatan, Selasa.
Mentri juga meminta kepada para pejabat termasuk DPR untuk sadar dan menataati peraturan yang ada.
Karena, dengan sikap KPK yang semakin keras dalam pemberantasan maka banyak pejabat yang terjerat kasus korupsi.
Oleh karena itu, dirinya berharap agar hukuman bagi para koruptor bisa lebih keras lagi seperti kasus pengedar narkoba.
“Hukuman secara maksimal bagi para koruptor sepertinya sangat tegas untuk memberikan rasa jera dan pelajaran bagi pejabat lainnya,” tegasnya.
Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany yang ditemui dilokasi yang sama menuturkan, jika Pemkot Tangsel tifikasi para pejabatnya.
Ia berharap, dengan adanya kerjasama tersebut maka akan memberikan pendidikan dan mewujudkan birokrasi yang bersih. “Kerjasama akan mulai dilaksanakan tahun depan. Kepwal sudah saya tanda tangani,” ujarnya.































