Jakarta, Katakota.com –Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, bahwa publik tak perlu begitu membesar-besarkan isu mengenai komunisme, termasuk Partai Komunis Indonesia (PKI). Kewaspadaan memang diperlukan, tapi tak perlu hingga menimbulkan kehebohan luar biasa.
“Komunisme dan PKI diwaspadai oke, tapi jangan terlalu hebohlah, kayak mau perang dunia,” kata Luhut, Jakarta, (19/9).
Menurut mantan Komandan Detasemen Gultor/Detasemen 81 tersebut, dirinya mengalami peristiwa Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI). Saat ini, ditegaskan Luhut, tak ada ruang untuk PKI kembali bangkit di Tanah Air.
Menurutnya, Indonesia perlu mencermati kemajuan teknologi perangkat lunak. Misalnya, melakukan kajian rekayasa pangan. Hal ini yang disebut Luhut patut menjadi fokus pemerintah. “Sekarang kita fokus dulu saja ke masalah itu. Itu tidak akan selesai dalam lima tahun. Daripada tadi bicara soal G30S/ PKI,” tukas Menko Kemaritiman ini.
Dicontohkan, Tiongkok yang merupakan negara berpaham komunis, tengah mengembangkan teknologi terkini sebagai solusi menghadapi perkembangan zaman. Era robotik dimulai di Tiongkok.
Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly berpandangan bahwa isu-isu komunisme dan PKI kerap dijadikan alat permainan politik. Setiap tahun, isu itu diembuskan.
Dia berharap masyarakat tidak terpancing menyikapinya. “Isu PKI itu mimpi di siang bolong.
Penulis : Roy
Editor : Q
Sumber :Beritasatu


























