Pemkab Tangerang Gandeng UKM Bangun Islamic Center DI Dadap

89

Tangerang, Katakota.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengandeng Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk melakukan kajian mendalam menyangkut proyek Islamic Center di lokasi bekas prostitusi Desa Dadap, Kecamatan Kosambi.

“Kami sudah membuatkan prakonsep dan saat ini perlu ada kajian dari kalangan akademisi menyangkut proyek tersebut,” kata Kepala Sub Bidang Fasilitas Umum Bappeda Pemkab Tangerang Erwin Mawandi di Tangerang, Kamis.

Erwin mengatakan upaya tersebut termasuk untuk pembangunan sarana maupun prasarana pendukung seperti Masjid Agung dan sekolah agama.

Bahkan pihaknya juga meminta kalangan akademisi itu untuk melakukan kajian tentang manfaat dan dampak bila di kawasan itu dibangun Islamic Center.

Pernyataan tersebut terkait Pemkab Tangerang berencana membangun Islamic Center di Desa Dadap, Kecamatan Kosambi yang merupakan lokasi prostitusi mulai tahun 2016.

Bahkan Pemkab Tangerang sudah membuatkan rancangan proyek tersebut agar nantinya dapat dimanfaatkan untuk pusat kegiatan keagamaan.

Demikian pula di kawasan itu nantinya dibangun Masjid Agung yang terbesar di kawasan Pantai Utara agar dapat menampung umat menjalankan ibadah yang berasal dari wilayah sekitar.

Upaya Pemkab Tangerang membangun Islamic Center itu semula memang mendapatkan tantangan dari pemilik bangunan yang menjual aneka minuman keras dan ditemani wanita berpakaian minim.

Padahal sekitar 600 bangunan yang dijadikan kafe remang-remang itu tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari instansi terkait dibongkar paksa.

Erwin mengatakan proyek itu dibangun secara bertahap termasuk memiliki galeri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bernuasa Islami.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang Ues Nawawi Gofar menanggapi serius upaya pemerintah setempat membangun Islamic Center di Desa Dadap.

Menurut dia, hal itu merupakan langkah positif demi menghapus wilayah ini dari tindakan maksiat dan dijadikan sebagai pusat ibadah.

Ues mengatakan tindakan penghapusan lokasi prostitusi adalah mulia dan harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Proyek Islamic Center tersebut, katanya, adalah langkah tepat menghapus protitusi seperti yang dilakukan aparat Pemprov DKI Jakarta membangun tempat serupa di Kramat Tunggak, Jakarta Utara.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.