Penolakan Hiburan Dangdut Aspirasi Masyarakat Belendung

29
Ilustrasi dangdut
Ilustrasi dangdut
lebaran

Tangerang, Katakota.com– Penolakan hiburan Dangdut di Belendung merupakan aspirasi  masyarakat yang mengacu kepada kultur masyarakat setempat.

Hal tersebut menanggapi pernyataan tokoh pemuda Benda Ubay Permana yang mengkritisi penolakan tersebut.

Wakil ketua MUI Kecamatan Benda, H. Nurkolis Mustafa Tauhid mengatakan, penolakan berdasarkan hasil kesepakatan pertemuan antara MUI dengan, tokoh masyarakat,tokoh agama, organisasi lainnya seperti Karang Taruna, pengurus DKM, BPRMI dan lain sebagainya.

Pertemuan dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan panggung hiburan dangdut digelar pada Sabtu (24/2).

“Hasil keputusannya pagelaran dangdut tidak sesuai dengan kultur masyarakat Belendung yang sejak dahulu dikenal agamis, Dalam pertemuan MUI merangkul dan menyerap aspirasi seluruh elemen masyarakat, jadi keputusan tersebut adalah keputusan bersama masyarakat,” ujar H.Nurkolis saat dihubungi.

Sementara Tokoh masyarakat Kecamatan Benda, H.Lukman mengatakan, penolakan pagelaran dangdut selain tidak sesuai dengan kultur masyarakat Belendung. Diperkuat dengan prosedur perijinan dari pihak keamanan.

“Kami meminta arahan Kapolsek, beliau mengatakan kalau ada gejolak tidak akan diijinkan dan selama tidak ada penolakan dari warga masyarakat pasti diijinkan, menurutnya kegiatan keramaian hiburan harus ada ijin, tetapi tidak dijalankan oleh panitia sampai mendekati pelaksanaan,” papar H.Lukman.

Dikatakan H.Lukman kemudian dalam rangka membahas permasalahan tersebut diadakan pertemuan bersama tokoh dan elemen masyarakat Benda.

“Saya diundang untuk menghadiri pertemuan, Penolakan hiburan tersebut merupakan aspirasi dan hasil rapat bersama dengan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui hiburan grup musik dangdut Stereo Kendor (SK) yang sedianya bakal menghibur  penggemarnya di Kelurahan Belendung Kecamatan Benda pada Sabtu (24/2) batal terlaksana.  Sebab kegiatan tersebut ditolak oleh tokoh ulama MUI dan ormas setempat.

Pecinta seni dan budaya Belendung Ubay Permana mengatakan, kegiatan yang telah dipersiapkan dengan matang itu terpaksa harus dibatalkan karena ditentang oleh beberapa tokoh masyarakat Belendung, tokoh ormas dan MUI Kecamatan Benda.

“Penolakan karena dianggap bertentangan dengan kultur dan budaya para leluhur dan pendahulu warga Belendung,” ujar Ubay yang juga tokoh pemuda setempat.

Alasan penolakan oleh beberapa tokoh dan ormas di Belendung atas pegelaran dangdut diakui lebih positif apabila membandingkannya dengan kegiatan keagamaan, seperti Pengajian, PHBI , Tabligh Akbar, dan lainnya.

“Tentu saja kegiatan keagamaan jauh lebih positif bahkan jauh lebih Mulia dari sekedar kegiatan hiburan Dangdut,” ucap Ubay

Namun demikian, penolakan oleh beberapa tokoh , MUI Kecamatan Benda dan ormas keagamaan terhadap hiburan Dangdut yang diselenggarakan oleh panitia dianggap saat ini kurang pas dan kurang tepat waktunya.

“Kondisi Belendung saat ini sedang kondusif dan tidak ada gejolak apapun. Para pemuda di Belendung tengah giat beraktivitas, diberbagai bidang baik di bidang agama, Budaya dan kesenian begitu maju berkembang, bahkan Tradisi para leluhur seperti Beksi sedang diangkat dan dipopulerkan kembali, kesenian Betawi, palang pintu, lenong , seni religi, Kasidah, Marawis, Hadroh , Teater bahkan Film dan para bintang nya warga Belendung mampu di garap oleh pemuda Belendung,” papar dia.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.