Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penumpang di sejumlah moda transportasi, baik udara, laut, maupun darat, mengalami penurunan pada Agustus 2025 dibandingkan Juli 2025. Penurunan ini dipengaruhi faktor musiman setelah periode libur panjang sekolah pada Juli.
Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menjelaskan bahwa di sektor transportasi udara, Bandara Halim Perdanakusuma mencatat penurunan signifikan.
“Jumlah penumpang berangkat dari Bandara Halim tercatat 111.447 orang atau turun 18,93 persen dibandingkan Juli 2025, sementara penumpang yang datang sebanyak 113.949 orang atau turun 19,12 persen,” kata Hasanudin di Jakarta, Rabu (1/10/2025), dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, selain faktor musiman, perpindahan sejumlah rute penerbangan dari Bandara Halim ke Bandara Soekarno-Hatta juga turut memengaruhi jumlah penumpang.
Transportasi Laut dan Darat Turut Alami Penurunan
Pada moda transportasi laut, jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok juga turun tajam.
- Penumpang berangkat Agustus 2025 tercatat 16.872 orang atau turun 46,46 persen dibandingkan Juli yang mencapai 31.511 orang.
- Penumpang datang berjumlah 17.157 orang atau turun 44,81 persen dibandingkan Juli 2025.
“Ini ada faktor pola musiman khususnya liburan Juli lalu. Sementara (data) ini potret Agustus, sudah masuk waktu beraktivitas, tidak lagi libur. Nanti pada Desember pasti akan naik lagi,” ujar Hasanudin.
Sementara itu, moda transportasi darat yang dikelola pemerintah daerah juga mencatat tren serupa.
- MRT Jakarta melayani 3.985.972 penumpang pada Agustus 2025, turun 8,46 persen dari bulan sebelumnya.
- LRT Jakarta mencatat 115.344 penumpang, turun 2,26 persen atau berkurang 2.669 orang dari Juli 2025.
- TransJakarta melayani 35.425.055 penumpang, turun 5,82 persen dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 37.612.948 orang.
Tren Musiman
BPS DKI menilai pola perjalanan masyarakat Jakarta sangat dipengaruhi oleh musim libur sekolah maupun hari besar nasional.
Jumlah penumpang biasanya melonjak pada Juli dan Desember, lalu menurun kembali pada bulan-bulan aktivitas reguler.
Dengan catatan ini, BPS menegaskan pentingnya membaca tren transportasi berdasarkan periode musiman agar data dapat dijadikan acuan dalam perencanaan kebijakan transportasi, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Source: Kompas.com

























