Pep Akui Dirinya Pintar Menyerang dan Bertahan

2

Jakarta, Katakota.com – Pada musim ini, Pep Guardiola membawa Manchester City tampil garang di lini depan. Total, sampai pekan ke-11, armada Pep Guardiola sudah melesakkan 33 gol, unggul 6 gol dari Chelsea.

Tak hanya itu, performa Sergio Aguero dkk membawa mereka nyaman di puncak klasemen sementara. Usai kemenangan atas Southampton, Manchester City unggul dua angka dari Chelsea dan Liverpool.

Kondisi tersebut membuat Manchester City layak menjadi unggulan utama meraih trofi Premier League musim ini. Keseimbangan menjadi satu di antara kunci permainan Manchester City.

Pep Guardiola mampu menunjukkan kalau anak buahnya sanggup bermain ofensif dan defensif sama bagusnya. Alhasil, Pep Guardiola membuktikan jika dirinya tak hanya pintar menyerbu, tapi juga bertahan.

Pasukan Pep Guardiola baru kebobolan 4 gol, dan satu di antaranya terjadi tadi malam saat menang atas Southampton dengan skor 6-1. Penampilan atraktif Manchester City menjadi catatan terbaik dari tim-tim lainnya.

Sejak ditangani Guardiola, Manchester City memang kian berbahaya. Sergio Aguero dkk. tak jarang meraih kemenangan dengan skor besar. Menang 5-0 atau 4-0 sudah lumrah untuk Manchester City.

Namun, di balik kemenangan besar itu ternyata ada pertahanan kukuh yang terabaikan. Manchester City baru kebobolan 4 gol di Premier League sejauh ini, catatan itu cukup impresif mengingat ketatnya persaingan di Premier League.

Pep Guardiola mengaku sebagai pelatih yang juga mementingkan pertahanan. Selama menjalani karier dengan staf pelatihnya, Guardiola mengaku timnya selalu mementingkan pertahanan.

Bersama Barcelona, di Bayern Munchen, dan Manchester City, pertahanan adalah faktor terpenting. “Selalu seperti ini [jarang kebobolan], saya tak ingin bersikap arogan, tetapi dengan Barcelona dan Bayern Munchen, kami selalu tim yang yang paling sedikit kebobolan,” buka Guardiola kepada fourfourtwo.

Pep Guardiola mengungkapkan, satu-satunya perbedaan adalah Manchester City menerapkan garis pertahanan sangat tinggi. Artinya, mereke mencoba meyakinkan pemain jika bola jauh dari gawang, kondisi aman akan tercipta.

Pep Guardiola juga tak mau menyebut clean sheets alias nirbobol itu sebagai kerja keras barisan pertahanan saja. Menurutnya, semua pemain terlibat, bahkan penyerang juga bertahan.

“Semua terlibat, clean sheets penting, juga penting bagaimana sedikit peluang yang membuat kami kebobolan, itu membuktikan stabilitas kami. Dalam 10 tahun saya selalu fokus bertahan dengan baik,” tegas Pep Guardiola.

Sumber: FourFourTwo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.