PKS Kota Tangerang Kembali Usung Hilmi Fuad

220

Tangerang,Katakota.com- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Kota Tangerang akan mengusung kader internal.

Meski saat ini hanya memiliki empat kursi, namun mereka tidak menutup kemungkinan untuk mengajukan kandidatnya sebagai calon walikota maupun wakil walikota.

Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Tengku Iwan Jayansyahputra mengatakan, pihaknya kembali mengusung Hilmi Fuad untuk kembali bertarung dengan calon walikota/calon wakil walikota Tangerang periode 2018-2023.

“Berdasarkan hasil survei, nama Pak Hilmi paling memiliki popularitas dan elektabilitas dibanding kandidat lain di internal,” ujarnya.

Sebelumnya, terdapat beberapa nama kader internal yang diusulkan oleh PKS dalam Pilkada Kota Tangerang tahun ini. Nama-nama kandidat itu adalah Hilmi Fuad, Tengku Iwan, dan Tuti Elvita.

Ditanyakan terkait ‘sinyal’ yang ditujukan kepada Arief selama ini, menurut Tengku bahwa hal itu adalah bentuk komunikasi yang terjalin selama ini.

“Ya sama saja, ke Pak Arief, Pak Sachrudin maupun yang lain ya dalam rangka komunikasi politik,” ujarnya.

Ditanyakan, kapan keputusan rekomendasi dari DPD ke tingkat yang lebih tinggi akan turun, Tengku Iwan mengaku masih menjajakan semua kemungkinan yang ada.

“Tentu dengan yang paling mendekati dengan apa yang kita harapkan,” ujarnya. Seraya menjelaskan munculnya nama Hilmi, juga merupakan bagian-bagian dari tahapan-tahapan yang dilalui PKS.

Terpisah, pengamat politik dari Media Survei Indonesia, Asep Rahmatullah menyatakan, sah-sah saja PKS pede mengusung calon internal. Namun dengan kursi empat dia tidak bisa maju sendiri.

“Selain itu, memang nama Hilmi berdasarkan hasil survei saya namanya lebih menonjol di PKS, tapi secara umum tergolong biasa-biasa saja.  Dengan demikian, kalau pun targetnya menang ya saya rasa harus realistis.

“Kecuali ini untuk pemanasan buat 2019, saya kira itu cerita lain,” tandasnya.(ACW)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.