
Katakota.com, -Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf berjanji menjatuhkan sanksi kepada polisi yang menerobos gerbang tol otomatis (GTO) di Gerbang Tol Senayan. Aksi petugas berseragam lengkap dengan menggunakan sepeda motor besar dinasnya ramai diperbincangkan di media sosial.
“Sanksi sudah pasti, tapi nanti kita cek dulu, harap bersabar,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (4/9).
Meski demikian, Yusuf belum dapat menyebutkan jenis sanksi apa yang akan diberikan kepada petugas tersebut. Menurut dia, nantinya sanksi itu akan diberikan usai penyelidikan dan keterangan yang diberikan oleh polisi tersebut.
Namun sanksi itu tentu akan diberikan kepada polisi tersebut karena tidak dalam situasi bertugas memberikan pengawalan.
“Kalau lihat videonya sedang tidak ngawal,” tuturnya.
Seorang petugas kepolisian yang menyerobot sebuah mobil untuk masuk ke gerbang pintu tol itu pun viral di media sosial. Video tersebut diunggah di akun instagram @jakarta_terkini dan akun Facebook bernama Zenrin Zen.
Dalam video terlihat seorang polisi mengenakan pakaian dinas lengkap dengan motor gede dinasnya.
Agus selaku pemilik akun Zenrin Zen adalah orang yang merekam peristiwa tersebut. Dari unggahannya itu dituliskan peristiwa terjadi pada 2 September di Gerbang Tol Senayan.

Agus mengaku hendak menuju rumahnya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat sekitar pukul 05.54 WIB. Seorang polisi yang diduga menyerobot pintu tol itu terlihat berhenti tepat di depan mobilnya.
Di depan pintu tol, ia melakukkan tap kartu ke mesin gerbang tol otomatis (GTO), guna masuk ke dalam jalan tol.
Saat Agus melakukan tap kartu ke mesin gerbang tol otomatis (GTO), justru polisi tersebut menyerobot masuk saat palang pintu tol itu terbuka.
“Saya habis ngedrop (mengantar) istri saya yang mau CFD (car free day) di depan CIMB Niaga itu. Saya pulang dan lewat jalan tol itu. Saya selesai tap malah dia (polisi) masuk jalan tol. Palang jadinya tertutup dan saya harus tap lagi,” jelas Agus saat dikonfirmasi, Selasa (4/9/2018).
Agus sempat membunyikan klakson mobilnya sebagai langkah memberhentikan oknum polisi tersebut, namun tidak digubris.
Agus pun tak dapat memasuki tol karena palang pintu tol kembali tertutup. Dia harus menempelkan kartunya lagi ke mesin GTO untuk masuk tol. Alhasil dia mesti membayar tol dua kali karena ulah polisi itu.
Sumber : CNNindonesia

























