Polisi dan TNI Boleh Buru Pelaku Pembunuhan di Papua

9
Ilustrasi - Penanganan aksi kekerasan kelompok bersenjata di Papua. Foto: Dok. Humas Polri

Jakarta, Katakota.com—  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, menyebutkan, polisi maupun militer dapat memburu pelaku pembunuhan puluhan pekerja di Nduga, Papua. Itu karena yang melakukan hal tersebut adalah kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

“Ya kita kejar, namanya gerakan kriminal separatisme bersenjata, polisi maupun militer boleh ngejar,” ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Dengan begitu, Wiranto menjelaskan, para pelaku pembunuhan pekerja PT Istaka Karya akan terus dikejar, ditangkap, dan dibersihkan. Menurutnya, kejadian pembunuhan itu merupakan sesuatu kejadian yang tidak disangka-sangka.

“Karena mereka ada satu kegiatan 1 Desember itu, ada bakar batu, tapi ternyata ada satu rencana brutal seperti ini,” jelas dia.

Sebelumnya, Wiranto telah berbicara kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, untuk segera mengejar habis-habisan pelaku pembunuhan pekerja di Kabupaten Nduga, Papua. Menurutnya, pembunuhan tersebut merupakan aksi yang sangat biadab.

“Jadi tadi saya sudah bicara dengan Kapolri, Panglima TNI, untuk segera dilakukan pengejaran yang habis-habisan. Supaya apa? Supaya tak terulang lagi,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Menurut Wiranto, pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, merupakan suatu aksi yang amat biadab. Itu karena para pekerja tersebut tengah membangun infrastruktur berupa jembatan untuk kesejahteraan masyarakat di sana.

“Artinya apa? Artinya mereka sudah berbakti berjuang untuk kebaikan Papua, kebaikan masyarakat Papua. Lalu ditembakin, dibunuh gitu, ini tentu hal yang sangat tak terpuji,” katanya.

Sumber  : Republika

Uploader : Cecep R./Ky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.