Polisi Pelajari Motif Penembakan Kantor Ojek Online

51
ilustrasi dok:pbs.twimg.com/

Jakarta, KataKota – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti mengatakan kepolisian sedang menyelidiki motif penembakan atas kantor PT Gojek Indonesia, pada Ahad (1/11).

“Kalau manusia di situ banyak orang. Dia (pelaku) sikat kacanya berarti pasti ada sesuatu yang kami masih pelajari. Pasti ada motifnya,” kata Khrisna ditemui di lokasi kejadian, Ahad.

Lebih jauh, Khrisna juga mengatakan penembakan yang terjadi di kantor Gojek tidak sama dengan penembakan yang terjadi di kantor Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).
“Ini rakitan, pelurunya beda tidak mengindikasikan peluru tajam. Ini anak peluru seperti kepala obeng. Tindakan ini lebih kepada upaya teror sebenarnya dengan memecahkan kaca,” kata Khrisna.

Ketika mengenai kaca, kata Khrisna, peluru tidak tembus ke dalam dan terpental ke luar. Hal itu berarti daya tekanannya tidak kuat.
Mengenai apakah pelaku mengincar korban atau tidak, Khrisna menjelaskan timnya masih mencari tahu hal tersebut. Alasannya, saat kejadian berlangsung, di kantor Gojek terdapat banyak orang, yang memungkinkan dugaan tersebut.

Sementara itu, Kepala Polsek Mampang Prapatan Komisaris Priyo Utomo Teguh Santoso memaparkan ciri-ciri pelaku penembakan di Kantor Gojek, Ahad (1/11).
Priyo menuturkan, menurut saksi AR yang pada saat kejadian berada di tempat kejadian perkara (TKP), sekitar pukul 10.35 WIB terdapat dua orang tak dikenal menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna putih-hijau.

Ia menyebutkan, pelaku pertama yang duduk di bangku penumpang mengenakan jaket olahraga dengan logo klub sepak bola Spanyol, Real Madrid. Sementara sang pengendara memakai jaket berwarna oranye dan menggunakan helm berwarna putih.

“(Keduanya) melintas dari arah Antasari menuju ke arah Kemang Raya,” ujar Priyo mengutip perkataan saksi tersebut. (CnnIndonesia)

Penulis : Eky

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.