PPHMI Jelaskan Ketentuan Santunan bagi Ahli Waris Korban SJ182

119

Tangerang -Pencarian korban dan puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih berlangsung hingga hari ini. Peristiwa ini tentu menyisakan duka bagi keluarga 62 orang yang terdiri dari 6 kru, 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Oleh karena itu, badan pemerintah langsung turun tangan memberikan beragam santunan. Meski tak bisa menggantikan nyawa para korban, ada beberapa hal yang layak untuk diperjuangkan khususnya terkait dengan santunan yang wajib diberikan oleh pihak Sriwijaya Air kepada para ahli waris penumpang korban.

Menurut keterangan yang diperoleh dari Alexander Waas seorang advokat yang juga merupakan ketua umum Perkumpulan Praktisi Hukum Penerbangan dan Maritim Indonesia (PPHPMI) / Indonesian Aviation & Maritime Law Practitioners Association, ada beberapa ketentuan yang secara tegas mengatur ganti rugi atas jatuhnya korban karena kecelakaan pesawat terbang.

“Ya menurut ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, penumpang atu ahli warisnya berhak atas ganti rugi sebesar 1,25 Milyar Rupiah apabila terjadi kecelakaan udara yang menyebabkan kematian terhadap penumpangnya” jelasnya, Sabtu (16/1)..

Alexander menjelaskan bahwa hal tersebut secara tegas dinayatakan di dalam Pasal 3 huruf (a) Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkut Udara juncto Pasal 141 ayat (1) juncto Pasal 165 Udang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

“Pasal 141 ayat (1) UU No. 1/2009
Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka yang diakibatkan kejadian angkutan udara di dalam pesawat dan atau naik turun pesawat udara,”katanya.

Kemudian, pasal 165 UU No. 1/2009,
jumlah ganti kerugian untuk setiap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap pada tubuh, luka-luka pada tubuh sebagaimana dimaksud dalam pasal 141 ayat (1) ditetapkan dengan peraturan menteri.

Masih di jelaskan Alexander, pada Pasal 3 Huruf (a) Permenhub No. 77/2011
jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-Iuka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a ditetapkan sebagai berikut,
penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp.1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang;”

“Selain santunan yang wajib diberikan oleh pihak maskapai, penumpang atau ahli warisnya juga berhak mendapatkan santunan dari lembaga asuransi yang ditetapkan oleh pemerintah yang besarannya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 15 Tahun 2017” imbuhnya. (Cep/Eky)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.