Prakiraan Cuaca Hari Ini Minggu 9 November 2025: Jakarta dan Sekitarnya Bakal Diguyur Hujan Ringan

2

Mayoritas wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada hari ini, Minggu (9/11/2025), kecuali di wilayah Administrasi Kepulauan Seribu diprakirakan akan berawan tebal. Demikianlah prakiraan cuaca hari ini, Minggu (9/11/2025).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan langit Jakarta pada pagi hari akan tertutup awan tebal.

Kemudian pada siang hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan turun hujan dengan intensitas ringan, dan pada malam hari seluruh wilayah Jakarta kembali berawan tebal.

Sementera untuk cuaca di wilayah penyangga Jakarta, yaitu Kota Bogor dan Kota Depok, Jawa Barat diprediksi akan berawan tebal pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan berawan tebal pada malam hari.

Lalu langit di wilayah Kota Tangerang, Banten diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan berawan tebal pada malam hari.

Berikutnya, di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat diprediksi akan tertutup awal tebal sepanjang hari.

Beikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Pusat  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Timur  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Utara  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Kepulauan Seribu  Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Bekasi  Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Depok  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Kota Bogor  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Tangerang  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal

 

Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Pesisir Bandar Lampung, Warga Tiga Malam Tak Tidur

Ratusan rumah warga di pesisir Kota Bandar Lampung kembali dikepung banjir rob sejak tiga hari terakhir. Air laut yang terus naik sejak Rabu malam (6/11/2025) membuat kawasan permukiman di sepanjang garis pantai nyaris tak pernah kering.

Genangan laut pasang merambah sejumlah titik di kawasan Pasar Gudang Lelang, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras. Air juga meluber hingga pemukiman di Teluk Betung Selatan dan Teluk Betung Timur, membuat warga kelimpungan menghadapi banjir harian yang datang tanpa ampun.

Ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter dan merangsek masuk ke rumah-rumah saat puncak pasang. Lantai ruang tamu hingga dapur warga terendam, meninggalkan jejak lumpur dan sampah yang terbawa arus.

Wandi, warga Gudang Lelang, mengaku banjir rob kali ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Tiga malam berturut-turut dia dan tetangganya berjaga, khawatir air kembali meninggi.

“Air naik dari sore sampai malam. Sudah tiga hari begini. Sampah banyak banget kebawa arus, rumah jadi kotor semua,” ujarnya, Jumat 8 November 2025.

Meski banjir rob bukan hal baru bagi warga pesisir, Wandi mengatakan kondisi tahun ini lebih parah dari biasanya.

“Biasanya cuma sampai jalan, tapi sekarang air masuk sampai ruang tamu. Kami cuma bisa pasrah sambil bersih-bersih setelah surut,” keluhnya.

Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan.

Dia bilang, potensi banjir rob dan gelombang tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Lampung disebut telah memasuki musim hidrometeorologi basah, ditandai cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

“Fenomena ini biasanya mengiringi ancaman lain seperti angin kencang, tanah longsor, dan gelombang laut tinggi,” kata Wahyu.

Waspada Cuaca Ekstrem di Sulut: Gelombang Laut Capai 4 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tinggi gelombang di tiga wilayah perairan Sulut dan sekitarnya diperkirakan mencapai empat meter. Ratusan nelayan di bibir Pantai Manado memilih menepi.

“BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 10 November 2025,” ungkap Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror pada, Jumat pagi 7 November 025.

Ricky menyebutkan, tinggi gelombang antara 2,5-4,0 meter (tinggi) berpeluang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan perairan Laut Maluku.

Sementara tinggi antara 1,25 – 2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di wilayah perairan Selatan Sulawesi Utara, perairan Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) dan perairan Sulawesi.

Ricky mengatakan, saat ini terpantau adanya siklon tropis Fung-Wong di samudra Pasifik, sebelah utara Papua dengan kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot (83 kilometer/jam) dan tekanan udara di pusat siklon 992 hPa.

“Angin di perairan utara Sulawesi dominan dari arah Barat dengan kecepatan 6 – 25 knot,” ujarnya.

Sementara, kecepatan angin maksimum berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah perairan utara Sulawesi yang dapat meningkatkan potensi gelombang tinggi di wilayah tersebut.

“Kami berharap warga berhati-hati apabila melakukan aktivitas di wilayah perairan dengan tinggi gelombang hingga empat meter untuk keselamatan pelayaran,” kata Ricky.

Pantauan Liputan6.com, sejak cuara ekstrem menerjang wilayah Sulut dalam beberapa hari terakhir ini, ratusan nelayan yang berada di garis pantai Manado memilih untuk menepi. Mereka memarkir perahu, dan memilih untuk tidak melaut.

“Gelombang lagi tinggi, angin kencang. Jadi kami memilih untuk tidak melaut,” tutur Ungke, salah satu nelayan di Pantai Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.

Source: Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.