Pramono Sebut Pembangunan PLTSA Jakarta Hasilkan 35 Megawatt

1

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kerja sama pengelolaan sampah antara Pemprov DKI dan perusahaan Danantara akan menghasilkan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSA) dengan kapasitas sekitar 35 megawatt per unit. Pramono mengatakan, dengan kondisi infrastruktur yang lebih siap dibandingkan daerah lain, Jakarta berpotensi membangun empat hingga lima PLTSA untuk mengolah timbunan sampah ibu kota.

“Jakarta kalau dibangun untuk PLTS dengan feeder ataupun input-nya kurang lebih 2.500 sampai 3.000, maka kita bisa empat atau sampai dengan lima PLTSA, di mana satu PLTSA akan menghasilkan kurang lebih 35 megawatt,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/10/2020).

Ia menjelaskan, volume sampah Jakarta kini meningkat dari sekitar 7.700 ton menjadi 8.000 ton per hari, belum termasuk tumpukan di TPA Bantargebang yang mencapai 55 juta ton.

Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi potensi besar untuk mengembangkan pembangkit energi berbasis sampah.

“Kita punya stok di Bantargebang seperti yang sudah saya sampaikan, ada 55 juta ton (sampah). Sehingga dengan demikian, Jakarta kalau dibangun untuk PLTS dengan feeder ataupun input-nya kurang lebih 2.500 sampai 3.000,” kata dia.

Pramono menambahkan, selain kesiapan infrastruktur, minat investor dan operator besar dunia untuk berinvestasi di Jakarta juga menjadi faktor pendukung.

Ia juga menegaskan, proyek tersebut akan melibatkan PLN dalam kerja sama pembelian listrik.

“Kami sudah berkali-kali duduk dengan Danantara dan sudah disepakati karena memang Jakarta dibandingkan dengan daerah lain pasti infrastrukturnya lebih siap,” kata dia.

Pramono optimistis kehadiran PLTSA di Jakarta akan menjadi solusi menyeluruh terhadap masalah sampah sekaligus mendorong transisi energi bersih di ibu kota.

Source: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.