Rano Karno Ajak Masyarakat Tangsel Lestarikan Pancasila

5
Anggota DPR RI Rano Karno melakukan kunjungan kerja dalam rangka sosialisasi empat pilar kebangsaan di kawasan Jombang Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan pada Rabu 26 Mei 2021.
Dalam kesempatan itu politisi PDI Perjuangan ini mengajak masyarakat untuk terus melestarikan Pancasila.
“Selain lahirnya Pancasila, bulan Juni juga disebut sebagai bulan Bung Karno. Karena ada dua momentum lainnya, yaitu 6 Juni 1901 Bung Karno lahir di Peneleh, Surabaya. Dan pada 21 Juni 1970, Bung Karno wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta,” kata Rano.
Rano mengatakan, peringatan bulan Bung Karno tahun ini mengangkat tema Bung Karno Bapak Bangsa.
Baginya, Bung Karno  sangat disegani oleh dunia. Bahkan namanya banyak diabadikan di berbagai negara, seperti di Mesir, Maroko, dan Pakistan.
“Paling bersejarah adalah pidatonya di sidang majelis umum PBB berjudul Membangun Dunia Kembali.  Bung Karno memaparkan konsep pancasila sebagai pengganti piagam PBB untuk menengahi ketengahan pada blok barat dan timur,” terangnya.
Peran Bung Karno dan para pendiri bangsa saat itu untuk membangun persatuan dan kesatuan di lndonesia adalah tugas yang sangat sulit. Penting untuk kita semua mengingatnya, sehingga menyadarkan kita semua akan pentingnya memelihara toleransi ditengah keberagaman.
”Sosialisasi empat pilar kali ini menjadi istimewa bagi kita semua karena satu minggu lagi kita akan memperingati hari lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni,” ujarnya.
Rano menambahkan, pada 1 Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai  atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan, Bung Karno pertama kali berpidato mengemukakan konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara lndonesia. Ini tercatat dalam sejarah sebagai lahirnya pancasila.
Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara lndonesia, yakni Sila pertama Kebangsaan, sila kedua lnternasionalisme atau Perikemanusiaan, sila ketiga Demokrasi, sila keempat Keadilan sosial, dan sila kelima Ketuhanan yang Maha Esa.
“Pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara lndonesia yang sah. Kita semua harus menjaga dan melestarikan warisan tersebut,” ungkap Rano.(dit/ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.