SAPAR Bersama Mahasiswa Banten Gelar Aksi Long March, Tolak PLTPB

21
Unis tampung masyarakat padarincang, menggelar aksi Long March dari serang tolak pembangunan PLTPB,(ccp/katakota.com)
lebaran

TANGERANG, Katakota.com -Aksi penolakan proyek pembangunan PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Bumi) atau Gheothermal yang bertempat di Desa Kuwung, Padarincang, Kabupaten Serang. Rombongan masyarakat yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR) bersama Mahasiswa Banten akhirnya tiba di Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Sabtu (7/9) Malam.

SAPAR bersama Mahasiswa Banten menggelar aksi Long March dengan berjalan kaki puluhan kilometer dimulai dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin, Serang. Aksi perjalanan tersebut dilanjutkan menuju DKI Jakarta untuk menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Presiden.

“Kita berjumlah 18 orang dan itu tergabung dari berbagai elemen masyarakat. Kita berencana melakukan aksi damai di Jakarta dan menemui Menteri ESDM dan Jokowi untuk untuk melakukan audiensi dengan mereka terkait pembangunan PLTPB. Disana kita juga mengerahkan masa dari Padarincang juga mereka akan menyusul naik bis,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) SAPAR Henda Wibowo.

Menurutnya, pembangunan proyek PLTPB ini sudah banyak merugikan masyarakat sekitar. Ratusan hektar hutan digusur untuk merealisasikan proyek pemerintah ini imbasnya lingkungan menjadi rusak. Tak hanya itu, kekeringan hingga gagal panen melanda.

“Mereka tidak memikiroan nasib masyarakat padahal ini sudah sangat merugikan. Mata pencaharian warga menjadi hilang, sawah gagal panen karena kekeringan. Masyarakat ini banyak yang bertani. Makannya kami sangat menolak proyek ini,” ujarnya.

Sebenarnya mereka sempat melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah hingga ke Provinsi Banten. Namun, tak ada hasilnya.

“Di Provinsi Banten kita sudah audiensi kita bertemu wakil Bupati Banten Andika katanya Kebijakan provinsi akan berpihak kepada masyarakat Padarincang tapi keesokkan harinya, proyek masih dilanjutkan. Pemda Kabupaten Serang pun sama saja mereka tidak bisa berbuat apa – apa,” lanjutnya.

Sementara itu, mahasiswa Unis Tangerang Ronal Esya Effendi mengatakan Unis Tangerang sangat mendukung terhadap aksi yang dilakukan SAPAR. “Kami senantiasa siap bersolidaritas atas perjuangan untuk menyelamatkan alam dan kampung halaman yang ingin diberangus oleh kepentingan suatu golongan semata” pungkasnya.(ccp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.