Pemerintah Kota Tangerang melalui Apartur Kecamatan Jatiuwung, menghadirkan inovasi melalui program Sedekah Sampah sebagai upaya menangani stunting sekaligus mengurangi timbunan sampah. Program tersebut mengajak aparatur sipil negara (ASN) menyumbangkan sampah anorganik, minyak jelantah, dan telur untuk membantu anak-anak yang berisiko mengalami stunting, Jumat (10/7/2026)
Setiap Jumat pagi, usai apel rutin di Kantor Kecamatan Jatiuwung, para ASN membawa sampah anorganik, minyak jelantah, serta satu butir telur yang kemudian dikumpulkan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sampah dan minyak jelantah yang terkumpul selanjutnya dijual melalui Bank Sampah Induk Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang. Hasil penjualannya dimanfaatkan untuk menambah bantuan pangan bergizi bagi keluarga penerima manfaat.
Program yang telah berjalan sejak 2025 itu kini kembali digencarkan agar menjangkau lebih banyak masyarakat. Setiap kelurahan di Kecamatan Jatiuwung menyalurkan bantuan kepada dua keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Masing-masing keluarga menerima tujuh butir telur setiap pekan sebagai tambahan asupan gizi.
Camat Jatiuwung, Buceu Gartina, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga membangun kepedulian bersama terhadap penanganan stunting.
“Dalam satu kali pengumpulan, program ini mampu menghimpun hampir 100 kilogram sampah anorganik dan sekitar 10 liter minyak jelantah,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kecamatan Jatiuwung juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan anak-anak penerima manfaat. Jika kondisi gizi anak belum menunjukkan peningkatan, pendampingan akan terus dilakukan hingga tiga bulan.

Buceu menambahkan, pihaknya turut mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penanganan stunting, pengelolaan sampah, hingga berbagai bantuan sosial lainnya.
Melalui program Sedekah Sampah, Kecamatan Jatiuwung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat berjalan seiring dengan kepedulian dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak, sehingga upaya mewujudkan generasi yang sehat dapat tercapai.

























