Susuri Hutan dan Sungai dengan Trail

48

Tangsel,Katakota.com- Berawal dari kebiasaannya saat masih bertugas di kawasan pedalaman dengan kawasan mirip lintasan offroad membuat Azhar Syam’un Rahmansyah rindu menunggangi trail. Kini hobinya berkendara motor itu tetap ia salurkan meski bertugas di kawasan perkotaan seperti Tangerang Selatan.

Baginya, naik motor trail membutuhkan keberanian, khususnya saat melintasi medan sulit. Kepala Satpol PP Kota Tangsel ini menceritakan, hobinya menggeluti motor trail secara resmi dimulai ketika bertugas di Kota Tangsel sekitar tahun 2009 dengan bergabung dengan komunitas Motor Trail Tratas yang berdomisili di Tangsel.

Menurutnya, sebelumnya sudah ada dan hobi dengan dunia otomotif. Namun ketika ditempatkan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak tepatnya di Kecamatan Malimping yang saat itu membawahi 19 desa memiliki medan yang cukup berat, berbatu, berlumpur. Jalan yang beraspal hanya ada di depan kecamatan saja ketika itu.

“Basic motornya sudah ada, ditambah pengalaman tugas di pedalaman yang medannya berat,”ujarnya.

Saat itu pria kelahiran Jogjakarta yang baru lulus IPDN tahun 97 bertugas sebagai mantri polisi atau saat ini disebut dengan Kasi Trantib. Tambahnya dengan medan yang sedemikian berat, maka motor yang dimilikinya disulap disesuaikan layaknya motor trail dengan menambah beberapa tambahan agar dapat menunjang saat bekerja keliling desa.

“Motor saat itu untuk bekerja sebenarnya tidak sesuai untuk trail karena medan yang memaksa maka disesuaikan,”terangnya.

Ketika tahun 2002 mantan Kabag Humas Pemkot Tangsel ini dipindahkan ke Provinsi Banten serta tahun 2009 kembali bertugas ke Kota Tangsel dengan kepindahannya tersebut menghadirkan kerinduan akan suasana bekerja dengan medan yang berat dengan menaiki motor trail. Untuk itu, dirinya menyalurkan kerinduan akan motor trail serta kondisi alam seperti pegunungan hutan dan kebun dengan motor trail.

“Setelah berpindah dan masuk kota untuk salurkan hobi yang positif dan mengingat kembali pernah menerabas medan berat maka saya geluti motor trail,”jelasnya.

Ditambahkan, kini pria yang lahir pada 1973 silam ini paling tidak dalam sebulan minimal sekali turun ke pegunungan menyusuri sungai, hutan dan mencari medan yang sesuai dengan kondisi motor trail dirinya mengaku pernah terjatuh namun hal itu merupakan resiko umum yang harus diterima oleh pengendara motor trail.

“Jatuh pernah tetapi biasa yang terpenting teknisnya harus dipahami dan dipersiapkan sebelum berangkat,”pungkasnya.(ACW)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.