Terima Solusi Dari Dindik, Warga Buka Gerbang SMPN 23

8
Terima Solusi Dari Dindik, Warga Buka Gerbang SMPN 23,(Katakota.com/adit)

Tangerang, Katakota.com– Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno membubarkan puluhan warga RW 04 Kelurahan Panunggangan Utara yang mengembok SMPN 23 pada Senin (9/7). Aksi tersebut buntut ditolaknya permintaan warga agar putranya dapat lolos disekolah tersebut.,

Perwakilan warga bersama Kepala Dinas Pendidikan Abduh Surahman dimediasi oleh Kapolsek Cipondoh kembali menggelar pertemuan didalam ruang sekolah.

“Hasil pertemuan kami dengan warga dan Dinas Pendidikan memberikan solusi bahwa 34 warga RW 04 disarankan untuk mendaftar disekolah swasta nanti SPP akan dibayarkan oleh Pemda,” ujar Kompol Sutrisno.

Lanjutnya setelah satu tahun maka siswa tersebut diperbolehkan pindah ke SMPN 23. Warga pun menyetujui solusi yang ditawarkan oleh Pemkot Tangerang.

“Warga menerima hasil pertemuan tersebut kalau memaksakan sama saja melanggar aturan,” ujar Sutrisno.

Usai mediasi Kapolsek bersama Kadindik menyampaikan hasil pertemuan kepada warga yang sudah menunggu di gerbang sekolah. Warga menerima dan aktivitas di sekolah normal kembali.

“Perwakilan warga juga akan difasilitasi untuk bertemu Walikota,” tambah Kapolsek.

Abduh menawarkan solusi kepada warga yang tidak diterima dalam PPDB agar mendaftarkan ke sekolah swasta kemudian melakukan pindah sekolah. Upaya tersebut juga mengakomodir siswa yang tidak mampu melalui program Tangerang Cerdas.

“Masuk ke sekolah swasta terlebih dahulu selama satu tahun kemudian pindah namun melalui mekanisme mutasi bukan sistem PPDB, Itu sebagai sebuah solusi agar sistem ppdb ini tidak rusak,” ucap Abduh.

Ia mengungkapkan Kota Tangerang sebagai salah satu bagian dari rencana aksi KPK Salah satunya adalah Pelaksanaan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di kota Tangerang.

“Oleh karenanya kami tegas menegakan aturan, ” tegasnya.

Samnah salah satu warga RW 04 yang rumahnya tepat disamping sekolah berharap Kepala Dinas mengabulkan permintaan dirinya dan warga lain. Ia mengaku sedih bila tak diterima di sekolah tersebut sebab akan menambah beban biaya sekolah anaknya.

” Kalau jauh pakai ongkos lagi, kasian kita orang kecil, pokoknya kami minta anak kami sekolah disini,” kata dia.(dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.