Terkait Vaksin Palsu, Polisi Jaga Rumah Sakit

58
Polidi menjaga pendataan korban vaksin palsu di Rumah Sakit Mutiara Bunda , Ciledug, Tangerang, Banten, Senin (18/7). Pihak rumah sakit mendata para korban vaksin palsu untuk kemudian akan dilakukan vaksin ulang dalam beberapa waktu dekat ini. KataKota/Fajrin

Jakarta, KataKota.com – Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dengan adanya kasus vaksin palsu, pihak Polda Metro Jaya melakukan pengamanan 14 rumah sakit dan poliklinik yang diduga terlibat dalam masalah tersebut.

Kepolisian menyatakan pihaknya membuat posko pengamanan di beberapa tempat untuk menampung keluhan masyarakat dan rumah sakit.

“Polisi serba salah. Masyarakat bilang polisi menghalangi massa, pihak rumah sakit bilang polisi membiarkan massa, oleh karena itu kami buat posko pengamanan”, ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyanto, dikutip dari CnnIndonesia.com, Selasa (19/7).

Awi menambahkan, bahwa tugas kepolisian berperan sebagai penengah antar pihak rumah sakit dan keluarga korban pasien vaksin palsu. Walaupun demikian, Polda Metro Jaya belum membentuk satuan petugas (satgas) khusus karena masih menunggu dari Mabes Polri.

Sebelumnya, Kementrian Kesehatan membeberkan 14 rumah sakit yang teridentifikasi menggunakan vaksin palsu. Rumah sakit tersebut yaitu RS Dr. Sander Batuna, RS Bhakti Husada, RS Sentra Medika, RSIA Puspa Husada, RS Karya Medika, RS Kartika Husada,RSIA Sayang Bunda, RSU Multazam Medika, RS Permata, RSIA Gizar, RS St. Elisabeth, RS Hosana Medica Lippo Cikarang, RS Hosana Medica Bekasi, RS Harapan Bunda.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek  sebelumnyameminta kepada masyarakat untuk tidak bertindak anarkis kepada sejumlah rumah sakit yang terdata menggunakan vaksin palsu. (eq/kk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.