Tertua di Jawa, Masjid Menara Kudus Miliki Arsitektur Unik Mirip Candi

7
Foto : Istimewa
lebaran

Kudus, Katakota.com —  Menara mirip candi berdiri anggun di sebelah kiri depan salah satu masjid tertua di Pulau Jawa. Konon, tak ada satu pun masjid yang menaranya serupa dengan masjid ini. Terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Masjid Menara Kudus dibangun pada 1549 atau 956 hijriyah oleh Ja’far Shodiq (Sunan Kudus).

Terdapat batu yang berasal dari Baitul Maqdis atau Al-Quds di Yerusalem, Palestina, sebagai prasasti sejarah pembangunan masjid. Batu Baitul Maqdis atau Al-Quds yang merupakan kenang- kenangan saat Sunan Kudus bertandang ke Masjid Al-Aqsa di Palestina itulah yang menginspirasi lahirnya nama Kudus.

Masjid Menara Kudus awalnya bernama Masjid Al-Aqsa. Masjid ini menyimpan cerita menarik dalam proses pembangunannya. Konon Sunan Kudus membangun menara masjid hanya dengan menggosok-gosokkan batu bata hingga lengket. Di samping menara yang menjadi pusat perhatian, masjid juga memiliki keunikan lain.

Salah satunya pintu gapura yang berbentuk menyerupai gapura candi-candi di Bali. Selain di depan, gapura ini juga terdapat di dalam ruang utama ibadah. Menurut sejarah, gapura tersebut merupakan sisa gerbang dari masa awal masjid. Gerbang ini dahulu dikenal dengan nama Lawang Kembar atau Pintu Kembar.

Banyak masyarakat awam, bahkan para arkeolog yang bertanya-tanya, bagaimana elemen masjid mengadopsi model bangunan tempat ibadah umat Hindu dan Buddha.

“Salah satu spot wisata religi di Jawa Tengah. Masjid ini berumur lebih dari 4 abad dan sampai sekarang masih digunakan oleh warga sekitar untuk aktivitas keagamaan,” tulis Instagram @visitsemarang, dikutip Sabtu (25/5/2019).

Masjid yang dibangun pada zaman kekuasaan Majapahit ini memiliki ciri candi Hindu khas Majapahit. Meskipun berarsitektur Hindu, tidak ada hiasan berupa makhluk hidup pada menara itu. Menurut ahli sejarah, karena bangunan ini sudah disesuaikan dengan ajaran Islam yang melarang adanya gambar makhluk hidup.

Di dalam areal masjid, tepatnya di bagian belakang, terdapat kompleks pemakaman. Di sinilah Sunan Kudus beserta para ahli waris dan tokoh-tokoh lainnya dimakamkan. Oleh karena itu, masjid ini dikategorikan sebagai masjid ziarah dalam daftar cagar budaya.

Masjid Menara Kudus telah direnovasi beberapa kali. Renovasi pertama tahun 1918, momentum pembongkaran masjid. Pada tahun 1933 serambi depan diperluas, disusul perbaikan atap ruang masjid pada 1960. Pemugaran terakhir dilakukan oleh Sasana Budaya pada 1977-1980.

Menara Masjid Kudus saat ini menjelma sebagai tujuan wisata religi umat Islam. Masjid ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Sumber : Inews.id

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.