Tingkatkan Pelayanan Kunjungan, LPKA Tangerang Hadirkan Cafe Kunjungan & Fasilitas Disabilitas

27
Plt kepala LPKA Klas I Tangerang Dedy Cahyadi, (ccp/katakota.com)
lebaran

Tangerang, Katakota.com —Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang berupaya meningkatkan pelayanan publik dengan meluncurkan Cafe Kunjungan bagi para pengunjung yang hadir.

Selain cafe, LPKA juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang lainnya demi terciptanya pelayanan yang bermartabat dengan mengedepankan hak asasi manusia (HAM).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala LPKA Klas I Tangerang Dedy Cahyadi mengatakan, fasilitas cafe dihadirkan untuk memberikan rasa keharmonisan bagi anak didik pemasyarakatan (andikpas) saat dikunjungi keluarganya.

Fasilitas utama Cafe kunjungan untuk keluarga berkunjung ke LPKA Klas I Tangerang,(ccp/katakota.com)

“Jadi, saat anak didik masuk maupun keluarganya masuk ke sini (dalam lapas) bisa merasakan kebahagiaan keluarga,” ujarnya dalam peluncuran di Cafe Kunjungan LPKA Klas I Tangerang, Senin (11/11/2019).

Dalam Cafe Kunjungan, pengunjung yang berinteraksi dengan andikpas dihibur dengan tampilan musik kekinian. Grup band yang menghibur pun berasal dari andikpas. Sehingga, kehadiran cafe ini menjadi ruang bagi andikpas untuk menampilkan kemampuannya di hadapan publik.

“Musik kami berikan karena bagian dari hipnoterapi agar pikirannya terasa nyaman,” ucap Dedy.

Dedy menyampaikan, fasilitas ramah disabilitas juga disediakan. Terdapat area perparkiran kendaraan, jalur, ruang tunggu khusus bagi pengunjung yang menyandang disabilitas. Juga terdapat kamar disabilitas untuk andikpas meskipun saat ini belum ada andikpas penyandang disabilitas.

Duta Layanan sedang melakukan bantuan untuk pengunjung pelayanan penyadang disabilitas di LPKA Kelas 1 Tangerang,(ccp/katakota.com)

Dalam penanganan penyandang disabilitas ini merupakan tempat konseling penyandang cacat dan  bertujuan untuk membiasakan isu kecacatan, agar lingkungan lebih ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. LPKA Klas I Tangerang menjelaskan pengertian tentang disabilitas menurut UU RI No. 8 Tahun 2016, dimana disabilitas berbeda dengan pemahaman keterbatasan dan kerusakan tetapi merupakan sebuah konsep yang terjadi sebagai akibat interaksi antara orang dengan organ atau mekanisme kerja tubuh yang kurang atau tidak berfungsi dengan hambatan yang dimunculkan oleh lingkungan.

“Kami juga menyiapkan duta layanan dan duta kunjungan untuk menyambut pengunjung,” jelasnya.

Sementara itu, dilain tempat, Kepala LPKA Klas I Tangerang Dedy Cahyadi menyampaikan, pelayanan bagi penyandang disabilitas tersebut sangat di perlukan agar pelayanan bagi penyandang disabilitas dapat berjalan secara maksimal. selain itu beliau juga menyampaikan bahwa pihaknya saat ini juga sedang berusaha maksimal untuk menyediakan sarana prasarana untuk menunjang pelayanan bagi penyandang disabilitas.

Kamar Register H tersedia di LPKA Klas I Tangerang,(ccp/katakota.com)

Bahkan, kamar Registrasi H pun tersedia walau belum ada andikpas yang mengalami penyakit menular. Sebab, pusat layanan kesehatan Klinik Assyifa yang dilengkapi tenaga kesehatan selalu memonitoring kesehatan andikpas.

“Ruang rawat inap pula kami sediakan,” tuturnya.

Dedi menambahkan, Musala Al-Hidayah juga sudah tersedia untuk pengunjung maupun andikpas yang dikunjungi melakukan aktivitas ibadah. Ia berharap, ragam fasilitas publik berbasis HAM ini dapat memberikan pelayanan secara maksimal untuk masyarakat.

“Karena untuk layanan berbasis HAM, kami liding sektornya,” pungkasnya.(Ccp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.