GMF Pugar Pesawat Pertama Indonesia

8
Nyak sandang

Tangerang, Katakota.com — Jelang ulang tahun ke-16, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”), perusahaan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) melakukan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan lewat pemugaran Replika pesawat Dakota DC 03 “Seulawah” RI 001 yang merupakan pesawat pertama milik Indonesia.  Pemugaran ini merupakan simbol kontribusi GMF bagi dunia kedirgantaraan Indonesia. VP Corporate Secretary GMF, Mohamad Arif Faisal mengatakan bahwa GMF bersama Garuda Indonesia melakukan pemugaran ini sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya dan sejarah bangsa Indonesia.

“GMF sebagai penjamin kelaikan pesawat udara ingin berkontribusi lebih jauh lagi bagi pesawat Seulawah,” terangnya, Kamis (5/4).

Dalam pengerjaan pemugaran ini, GMF mengirimkan tujuh tenaga ahli teknisi dari kantor pusat GMF di Cengkareng dan bekerja sama dengan SMK Penerbangan Banda Aceh. “Kami melakukan perbaikan structurepesawat ini dengan dibantu para siswa SMK Penerbangan Banda Aceh. Hal ini bertujuan juga untuk memberikan kesempatan kepada putra putri Aceh untuk belajar bagaimana menjadi  teknisi pesawat terbang yang handal,” tambah Arif.

Nyak Sandang, GMF

Replika pesawat Seulawah yang terletak di Blang Padang, Banda Aceh tersebut saat ini dalam kondisi yang memprihatikan. Terdapat banyak korosi pada badan pesawat karena faktor usia dan cuaca, sedangkan kaca pesawat banyak yang pecah karena kurang terawat. Replika pesawat Seulawah Dakota DC 03 yang memiliki panjang badan 19,66 M dan rentang sayap 28,96 M ini dibuat menyerupai pesawat aslinya lengkap dengan instrumen kokpit dan kabin penumpang. Arif mengatakan pemugaran yang dilakukan GMF sejak 2 April 2018 ini meliputi penggantian pintu dan jendela, perbaikan korosi pada badan dan sayap pesawat, ekor pesawat dan pengecatan pesawat seperti warna aslinya.

“Pemugaran replika pesawat Seulawah ini akan memakan waktu enam belas hingga dua puluh hari dan kami upayakan yang terbaik agar segera selesai dan ditargetkan selesai bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh yang ke 813,” ujar Arif.

Ia menambahkan, bahwa Seulawah merupakan persembahan rakyat Aceh untuk Indonesia, dan pemugaran ini merupakan kontribusi GMF untuk Penerbangan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.