
1 dari 6
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang kota Tangerang melakukan unjuk rasa di depan kantor dinas pendidikan kota Tangerang, Banten, Rabu (27/1). Mereka mengkritisi program Tangerang Cerdas milik pemerintah kota Tangerang yang tidak sesuai harapan masyarakat dan diduga terjadi korupsi. Foto:KataKota/Fajrin
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang kota Tangerang melakukan unjuk rasa di depan kantor dinas pendidikan kota Tangerang, Banten, Rabu (27/1). Mereka mengkritisi program Tangerang Cerdas milik pemerintah kota Tangerang yang tidak sesuai harapan masyarakat dan diduga terjadi korupsi. Foto:KataKota/Fajrin
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang kota Tangerang melakukan unjuk rasa di depan kantor dinas pendidikan kota Tangerang, Banten, Rabu (27/1). Mereka mengkritisi program Tangerang Cerdas milik pemerintah kota Tangerang yang tidak sesuai harapan masyarakat dan diduga terjadi korupsi. Foto:KataKota/Fajrin
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang kota Tangerang melakukan unjuk rasa di depan kantor dinas pendidikan kota Tangerang, Banten, Rabu (27/1). Mereka mengkritisi program Tangerang Cerdas milik pemerintah kota Tangerang yang tidak sesuai harapan masyarakat dan diduga terjadi korupsi. Foto:KataKota/Fajrin
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang kota Tangerang melakukan unjuk rasa di depan kantor dinas pendidikan kota Tangerang, Banten, Rabu (27/1). Mereka mengkritisi program Tangerang Cerdas milik pemerintah kota Tangerang yang tidak sesuai harapan masyarakat dan diduga terjadi korupsi. Foto:KataKota/Fajrin
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang kota Tangerang melakukan unjuk rasa di depan kantor dinas pendidikan kota Tangerang, Banten, Rabu (27/1). Mereka mengkritisi program Tangerang Cerdas milik pemerintah kota Tangerang yang tidak sesuai harapan masyarakat dan diduga terjadi korupsi. Foto:KataKota/Fajrin
























