Masjid Jami Al Jihad Balaraja Dahulu Tempat Singgah Raja Banten

809

Tangerang, Katakota.com – Masjid Jami Al Jihad Balaraja adalah salah satu masjid yang tidak pernah sepi dari kunjungan jamaah.Konon berdasarkan sejarahnya Masjid itu selalu ramai sejak dahulu karena menjadi tempat beristirahat para Raja kesultanan Banten.

Masjid Jami Al-Hihad yang terletak di Kampung Sangereng Rt.06/01 Desa Talagasari Kecamatan Balaraja, yang letaknya persis di Depan Kantor Kecamatan Balaraja.

Masjid Al-Jihad Diresmikan Pada Tanggal 17 Maret 1991 oleh Presiden Indonesia ke dua HM Soeharto.

Ketua DKM Masjid Jami Al-Jihad Ustad Santa Wijaya mengatakan, sejarahnya dari masjid tersebut adalah tempat persinggahan para raja kesultanan banten, yang melintas untuk berjihad ke beberapa daerah di Jawa.

“Makanya dinamakan masjid jami al-jihad oleh presiden Soeharto saat itu karena merunut kepada sejarahnya,”ujarnya.

Menurutnya bangunan masjid Jami Al Jihad tidak berubah sejak dibangun tahun 1991.

“Hanya saja untuk mimbar, tempat wudhu dan karpet sajadah yang mengalami perubahan,”terangnya.

Dijelaskannya Masjid yang berasal dari tanah waris itu luasnya 1 Hektar,Terdapat pemakaman umum di halaman belakang masjid,pendiri pertama adalah tokoh ulama di Balaraja yaitu, H.Muhammad Nur Adnan, beliau adalah sosok ulama sekaligus pejabat daerah di pemerintahan Kabupaten Tangerang.

“Saat ini yang melanjutkan perjuangannya adalah Putra tunggalnya yaitu H.Luki, beliau juga seorang tokoh di balaraja, dan bekerja di Pemerintahan Kabupaten Tangerang dan masih aktif untuk mengurus masjid jami al-jihad sampe saat ini”jelasnya.

Pengurus Masjid Jami Al-Jihad Oman Abdurohman mengatakan, Setiap harinya masjid ini tidak pernah sepi dari jamaah yang datang untuk beribadah, karena letaknya di pinggir jalan, dan jalan lintasnya penghubung antar kota.

“Paling ramai hari jumat, banyak juga masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, dan singgah di masjid ini untuk solat jumat,”ujarnya

Selain itu setiap bulannya di masjid ini juga ada pengajian rutin, yang diadakan oleh pihak Desa,serta setiap perayaan tahun baru islam di masjid ini ikut memperingatinyya, seperti zikir akbar, isra miraj, dan maulid nabi muhammad SAW,”Ucapnya.

Berdasarkan pantauan area parkir mobil dan motor terbilang luas, Pengunjung tidak dibebankan untuk biaya parkir namun untuk sedekah masjid, Menariknya terdapat kantin di lingkungan masjid,yang menjajakan berbagai jenis makanan kepada pengunjung.
(Mad sutisna/KK).

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.