
Jakarta, Katakota.com — Sejumah Lembaga internasional seperti International Civil Aviation Organization (ICAO), Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP), dan Universal Securitu Audit Program (USAP) akan mengaudit keselamatan dan keamaan penerbangan di Indonesia pada 10 Oktober 2017. Dari hulu (regulasi) hingga hilir (kondisi di lapangan), akan dinilai.
Pada audit yang dilakukan di tahun 2014, 45 persen dunia penerbangan Indonesia yang dinilai layak. Sementara tahun lalu nilainya hanya 51 persen. Padahal passing grade internasional adalah 55 persen.
”Kami berkomitmet hasilnya bisa di atas rata-rata,” tutur Direktur Jenderal perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso.
Agus mengatakan pihaknya menargetkan audit nanti dapat nilai 70 persen dunia penerbangan Indonesia dinilai layak.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memang tak mau main-main dalam hal ini. April lalu, Agus telah menandatangani MoU kelanjutan kerja sama dengan Prancis.
Menurut Agus, salah satu tujuan memperbaiki dunia penerbangan di Indonesia ini adalah untuk membantu sektor pariwisata.
Agus mengatakan pihaknya kini juga telah merampungkan delapan bandara yang ditunjuk sebagai proyek strategis nasional.
Empat bandara direvitalisasi, yakni Bandar Udara Babullah Ternate, Bandar Udara Radin Inten Ii Lampung, Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya, dan Bandar Udara Syamsuddin Noor Banjarmasin.
Penulid : Roy
Editor

























