Begini tanggapan DPRD terkait APBD perubahan kota tangerang

2
Walikota Tangerang Arief Wismansyah dalam rapat paripurna DPRD /IST

TANGERANG, SN—Walikota Tangerang telah menyampaikan raperda APBD Perubahan tahun 2020 dalam rapat paripurna DPRD. Beberapa anggota DPRD menanggapi penjelasan yang telah disampaikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Sumarti mengatakan, pada APBD Perubahan 2020 ini, pemerintah belum menganggarkan program pembangunan infrastruktur.

“Kondisi sekarang kita juga lagi PSBB, mungkin tepatnya anggaran perawatan atau pembinaan ya,” terangnya.

Lebih jauh Sumarti menyampaikan, dipastikan untuk anggaran yang dimaksud mengalami penurunan. Namun demikian, dia belum bisa menyampaikan besarannya.

“Masih bentuknya gelondongan, nanti kita lihat setelah pembahasan anggaran,” terangnya.

Disinggung yang akan menjadi prioritas untuk perawatan/pembinaan infrastruktur politisi PDI Perjuangan Kota mengatakan, mencakup infrastruktur yang bersifat vital seperti perbaikan jalan,  penanganan drainase.

“Antisipasi banjir itu juga prioritas karena masuk dalam kategori bencana,” terangnya.

Anggota Komisi IV DPRD lainnya, Riyanto menambahkan, jangan sampai PSBB nantinya terkendala akibat bencana banjir melanda.

“Kalau sampai banjir, maka otomatis PSBB tidak berjalan, sehingga pemerintah harus mampu mengantisipasi perawatan-perawatan drainase,” jelasnya.

Diakuinya Pemkot Tangerang saat ini sedang menghadapi keterbatasan anggaran sehingga belum bisa melaksanakan pembangunan fisik.

“Paling ngggak kan, drainase jangan sampai mampet lagi ketika hujan turun. Intinya harus ada solusi,” pungkasnya.

Diketahui Walikota Tangerang  Arief Wismanysah menjabarkan secara garis besar perihal komposisi rancangan perubahan APBD Kota Tangerang tahun 2020.

“Pendapatan daerah yang semula dianggarkan sebesar 4.57 triliun menjadi 3.27 triliun atau mengalami penurunan sebesar 1.30 triliun,” urai Arief.

Selanjutnya untuk belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp 5,16 triliun menjadi Rp 3,72 triliun atau berkurang sebanyak 1,43 triliun. Tercatat bahwa Pemkot Tangerang mengalami defisit sebesar Rp 452, 20 miliar.

“Pemkot Tangerang mengalami defisit sebesar Rp 452,20 miliar, kemudian menutupinya dengan pembiayaan netto yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran atau Silpa tahun anggaran 2019,” paparnya.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.