Berdayakan Pedagang Kecil, Alfamart Gelar Pelatihan Manajemen Ritel

1

Tidak kurang dari 100 pelaku UMKM mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Kamis (05/03/2020).

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi yang membuka kegiatan tersebut mengimbau para pedagang warung tradisional agar memiliki keinginan kuat untuk menjadikan usahanya terus berkembang.

“Pemerintah mendukung aksi perusahaan swasta dalam mengakomodasi pedagang tradisional untuk lebih berkembang. Namun yang terpenting adalah kesadaran dan keinginan pelaku usaha,” katanya.

Irwandi menyampaikan, sinergi yang baik ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi berbagai pihak. “Baik pedagang tradisional maupun toko modern, keduanya bisa sama-sama berkembang dan berkontribusi positif pada perekonomian bangsa,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Government relation & Corporate communication Regional Manager Alfamart, Faturahaman, pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart.

“Tujuannya, mengajak para UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi,” katanya.

Bentuk sinergi yang dilakukan Alfamart dengan peritel tradisional yakni melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Program tersebut dijalankan dalam dua bentuk. Pertama, memberi pelatihan manajemen ritel. Kedua, menyediakan layanan pesan antar barang dagangan dengan harga khusus bagi member pedagang OBA dan saat ini semakin dipermudah dengan support dari Toko Modal melalui layanan aplikasi Alfamikro.

Alfamikro dan Toko Modal memastikan banyak keuntungan bagi pemilik warung yang bergabung jadi member. Artinya barang bisa dibeli dulu, barulah dibayar belakangan sehingga sangat cocok untuk membantu usaha mikro agar bisa tumbuh dan berkembang.

Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. “Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu manajemen ritel modern agar memiliki daya saing,” imbuhnya.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan manajemen ritel modern ini antara lain, tentang manajemen penataan barang, pengaturan persediaan barang, manajemen keuangan (cash flow), serta tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati.(Riz/did)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.