BNPB: Tidak Perlu Panik Hadapi Banjir Kiriman

13
ilustrasi

Jakarta, KataKOta.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga DKI Jakarta terutama yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung untuk tidak panik dalam menghadapi banjir kiriman akibat hujan deras yang terjadi di kawasan Bogor dan sekitarnya sore tadi, Minggu (15/11/2015).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan banjir kiriman yang akan diterima warga itu tak akan besar sehingga BNPB meminta warga untuk tidak panik dengan banjir yang akan segera datang itu. BNPB, lanjut Sutopo menilai hujan yang turun di Bogor itu masih bersifat lokal dan hanya sesaat.

“Tidak perlu panik. Banjir yang akan terjadi diperkirakan tidak akan besar karena hujannya hanya lokal dan sesaat saja. Banjir yang menggenangi permukiman yang ada di bantaran sungai,” jelas Sutopo dalam rilis yang diterima, Minggu (15/11/2015).

Namun, demikian BNPB tetap meminta warga untuk waspada dengan kondisi tersebut. Sutopo menjelaskan hujan kali ini merupakan permulaan musim hujan yang diperkirakan puncaknya akan terjadi pada Januari 2016.

“Puncak hujan diperkirakan Januari 2016 mendatang sehingga risiko banjir juga akan meningkat,” ujar Sutopo.

Sutopo menjelaskan hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya pada sore hari membuat ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat naik hingga 210 cm atau berstatus siaga I pada pukul 19.10 WIB.

“Diprediksikan sekitar 6-9 jam ke depan banjir akan menggenangi bantaran sungai di sekitar wiilayah di Jakarta seperti Kelurahan Pejaten timur, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, Kampung Melayu, dan Manggarai. Begitu pula halnya permukiman di sekitar Sungai Ciliwung di daerah Bogor dan Depok,” kata Sutopo.

Sementara itu, Kepala Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman mengatakan, ketinggian muka air sudah mulai menurun sejak pukul 19.25 WIB menjadi 150 cm, dan status diturunkan menjadi siaga III. Kemudian air kembali menurun menjadi 140 cm pukul 20.10 WIB dan masih bertahan hingga kini. Sementara itu, terpantau juga ketinggian air di Pintu air Depok sudah mulai mengalami peningkatan, menjadi 270 centimeter dengan status siaga II.

Meski mengalami penurunan debit, pihaknya masih terus memantau ketinggian air dan berkoordinasi dengan pintu air lainnya. “Arus air di kali Ciliwung ini diperkirakan tiba di Jakarta 12 jam mendatang. Warga harus tetap berhati-hati,” kata Andi. (Okezone)

 

Penulis : Eky

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.