Kampung ATM atau singkatan dari Atur Tata dan Modifikasi di RT 04 RW 02 Kelurahan Gondrong Kecamatan Cipondoh meraih juara harapan 1 kategori utama lomba inovasi kampung tematik yang diadakan Pemkot Tangerang tahun 2020.

Dibalik kesuksesannya terdapat sosok Syarief Syamsudin bersama warga setempat yang mengubah lingkungan dari sebelumnya kumuh kini menjadi lebih layak huni dan layak dikunjungi.

“Karena kampung ATM berawal dari kampung yang kumuh, selalu banjir, dan gersang. Serta belum tertatanya lingkungan, sehingga kita terpanggil untuk menata supaya lebih nyaman dan sebagai kampung yang layak huni dan menarik untuk dikunjungi,” ujar Syarief yang merupakan ketua kampung tematik ATM.

Kampung ATM mulai terbentuk  pada tanggal 1 Maret 2019. Langkah awal Syarief bersama warga mewujudkannya dengan melaksanakan kerja bakti meliputi membersihkan saluran, menguruk genangan air, membuat biopori resapan, menanam pohon pelindung dan tanaman hias dengan memanfaatkan lahan kosong yang belum digunakan oleh pemiliknya.

“Kami juga merapikan jalan, memperbaiki drainase, memural tembok-tembok, menanam pohon, menanam toga, dan menanam tanaman hias dan menciptakan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan melibatkan ibu-ibu di lingkungan,” kata pria yang akrab disapa papih ini.

Kini kondisi Kampung ATM menjadi lebih tertata, hijau, tidak banjir, kemudian sampah dan selokan juga tertangani dengan baik serta kenyamanan lingkungan dengan menjaga kebersihan.

Syarif menjelaskan asal usul nama ATM, tentunya mendengar nama ATM pasti terfikir Anjungan Tunai Mandiri tempat menarik uang bagi nasabah bank. Namun ATM yang berada di  RT 04 RW 02 Kelurahan Gondrong Kecamatan Cipondoh memiliki arti singkatan Atur Tata dan Modifikasi.

Nama ATM pertama kali dicetuskan oleh Lurah Gondrong Basuni saat melakukan kunjungan ke wilayah dalam rangka pembentukan kampung tematik.

Syarief Syamsudin ketua kampung tematik ATM di Kelurahan Gondrong/ist

“Pa Lurah melihat tanaman yang bermacam-macam ada di kampung kami, sehingga meminta kepada untuk mengatur dan menatanya, lalu pa lurah menambahkan dengan memodifikasi. lantas tercetus memberikan nama Kampung ATM  yakni singkatan dari Atur Tata dan Modifikasi,” ujar Syarief.

Menurutnya makna Atur Tata dan Modifikasi memberikan motivasi bagi warga untuk membentuk kampung tematik sesuai program dari Pemkot Tangerang.

“Artinya untuk merubah lingkungan yang lebih baik lagi warga  memang harus melakukan prinsip mengatur, menata dan modifikasi kampung,” ujarnya.

Selain itu di Kampung ATM warganya juga menggerakan ekonomi  dengan potensi yang dimiliki salah satunya produksi minuman kesehatan dari buah belimbing wuluh.

“Minuman ini menjadi ciri khas kampung ATM karena diproduksi rumahan dari bahan baku yang ada disekitar lingkungan,”kata dia.

Kampung ATM yang diresmikan pada 3 Maret 2020 lalu terasa istimewa karena turut dihadiri oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah beserta ibu ketua TP PKK Aini Suci serta Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman beserta ketua TP PKK Bangka Belitung Melati Erzaldi.

Syarief mengapresiasi kehadiran Wali Kota beserta Gubernur Babel dalam peresmian kampung ATM beberapa waktu lalu. Menurutnya kampung ATM dibangun atas kesadaran bersama warganya yang dilandasi motto hidup rukun, gotong royong, budaya hidup bersih, toleransi, kreatif, inovatif dan berkesinambungan.

“Kami sangat bersyukur kunjungan Gubernur Babel yang menjadikan Kampung ATM inspirasi dalam  membangun kampung tematik di Bangka Belitung,” ujar dia.(Adit)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.