Ciputra Ingin Entaskan Kemiskinan, Kebodohan dan Penderitaan

27
Ratusan mahasiswa dan UKM padati aula UPJ,(adit/katakota.com)

Tangsel, Katakota.com– Ratusan mahasiswa dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM)  padati Aula Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Jalan Cendrawasih, Sawah Baru Ciputat. Mereka serius mendengarkan penyampaian-penyampaian dari Ir (Hons) Ciputra dalam seminar publik bertajuk Becoming Great Entrepreneur, Selasa (17/4) siang.

Sosok pria cukup dikenal sebagai pengusaha properti yang berhasil membangun perumahan besar, Pondok Indah, Bintaro, BSD, Ancol dan Pasar Senin. Kini sedang mengembangkan di Citra Maja dan di Surabaya. Meski usianya sudah 86 tahun, namun gaya komunikasinya masih fasih, jelas, lantang dan mudah dicerna.

Diusianya yang sudah sepuh, Ciputra menuliskan buku tahun 2018 ini yang di susun oleh Alberthiene Endah dengan judul Ciputra The Entrepreneur The Passion of My Life” setebal 483 halaman. Diceritakan Ciputra terlahir dari keluarga yang susah. Bahkan dalam menyusun biografi selama dua tahun hal yang paling sulit adalah mengingat masa lalu.

“Ada kesulitan bagi saya di mana harus mengingat masa lalu saat saya usia enam tahun adalah masa-masa yang cukup sulit bagi saya. saya adalah orang yang tidak suka memikirkan masa lalu tapi lebih suka memikirkan masa depan,” ucap Ciputra di hadapan ratusan mahasiswa dengan wajah penuh optimis.

Hal ini ia tuliskan dalam biografinya bawah “Kesusahan hebat itu telah menumbuhkan mimpi yang luar biasa kuat. Mimpi untuk bisa keluar dari kesulitan dan menjadikan diri saya orang yang bermartabat” seperti dituliskan oleh Alberthiene Endah.

Dirinya mengaku senang diusianya yang sudah cukup senja masih bisa berbagi cerita, bertatap muka dengan mahasiswa yang penuh optimis menapaki jalan masa depan. Ia mengaku memilih properti adalah hal yang tepat andai saja waktu itu dirinya memilih usaha yang lain mungkin belum tentu akan berhasil seperti saat ini.

“Sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi insinyur tapi setelah besar saya tertarik ke properti,” sambungnya.

Ratusan mahasiswa dan UKM padati aula UPJ,(adit/katakota.com)

Satu alasan yang akhirnya membuat dirinya perlu menuliskan buku perjalanan hidup agar dapat dibaca orang banyak, diikuti jejaknya memberantas kebodohan, kemiskinan, kesukaran dan membangun peradaban pada dunia usaha. ada banyak hal yang telah dilakukan dalam membangun Indonesia melalui entrepreneur termasuk ribuan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di berbagai negara dilatih mandiri.

“Indonesia hanya entrepreneur tidak ada kata lain harus terwujud. Bukan mengirimkan TKW lagi kedepan. Mereka pulang ke Indonesia bukan lagi membeli properti. Tapi mereka yang membuat dan mengembangkan.  Saya yakin 20 tahun Indonesia menjadi 10 terbesar dunia dan 40 tahun menjadi 4 besar dunia jika entrepreneur diterapkan. Jadi bukan hanya banyak jumlah warganya tapi juga kesejahteraan masyarakatnya,” sambung pria yang mengembangkan kota satelit BSD sekitar 35 tahun silam.

Ciputra mendapatkan penghasilan pertama kali, bukan dibelanjakan untuk kemewahan tapi ia keluarkan untuk jalan-jalan ke luar negeri selama tiga bulan. Ciputra lebih memilih mencari informasi sampai akhirnya ia menemukan cara pengembangan kota baru atau kota satelit lalu diterapkan di Indonesia.

Hasilnya ia mampu mengembangkan BSD, Bintaro kala itu masih sepi dan tidak ada orang yang tertarik. Tantangan menurut Ciputra adalah membuat akses untuk mempermudah orang bisa datang dan kepercayaan. Setelah semua dibuat kini Ciputra merasa senang dapat dinikmati banyak orang.

“Saat itu saya melihat kota Jakarta sudah cukup semrawut maka perlu dicarikan solusi sebagai kota satelit. Bintaro saya beri nama karena ada buah bintaro dan BSD memang ada anama di sana Serpong,” turut pria berjas hitam dan bertopi bulat.

Sementara Presiden Direktur Universitas Ciputra entrepreneurship center (UCEC) Antonius Tanan memberikan pernyataan yang cukup menakutkan. Ia mengatakan banyak perguruan tinggi tak mampu menjamin mahasiswanya memperoleh pekerjaan. Bukan di Indonesia saja tapi di belahan dunia pun mengalami hal yang sama.

“Lulusan perguruan tinggi tak menjamin memperoleh pekerjaan. Banyak pekerjaan tanpa harus memiliki ijazah. Di Amerika saja demikian, hampir 50 persennya sulit memperoleh pekerjaan,” ucapnya.

Kenapa banyak anak muda sudah lulus perguruan tinggi tidak bisa menolong diri sendiri. hal ini mendapat jawaban dari Ciputra bahwa selain lulus perguruan tinggi juga harus lulus dari sekolah kehidupan. Makanya ada ungkapan yang cukup terkanal untuk menjadi entrepreneurship jangan takut gagal. Gagal  10 kali berhasil satu kali. Maka ada kata waktu kamu muda buatlah kesalahan habiskan jatah gagalmu. Mumpung masih muda.

Antonius memberikan bocoran, agar mampu menemukan gagasan bagi entrepreneur per tama yang dilakukan oleh Ciputra hanya bermodal baca koran ketika itu saat itu di Bandung sewaktu kuliah. Dengan modal baca koran akhirnya mampu menemukan gagasan. Ciputra tergaget-kaget melihat kondisi Jakarta waktu itu semrawut.

Ciputra menyatakan ini Jakarta ada problem dan ada peluang. Ciputra pun akhirnya ke Jakarta dan bertemu dengan Gubernur Ali Sadikin. Akhirnya Ciputra melahirkan bangunan gedung Pasar Senen sebagai projek pertama kali. (dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.