Indonesia berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik, sehingga rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan letusan gurung berapi.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat dua segmen Megathrust yang saat ini berpotensi tinggi untuk mengalami aktivitas seismik, yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.
Kedua segmen ini sudah tidak menunjukkan aktivitas gempa selama ratusan tahun, berbeda dengan jenis gempa lain yang memiliki siklus tertentu. Salah satu indikasi adanya pergerakan lempeng ini adalah gempa bermagnitudo 5,2 yang baru-baru ini terjadi di Nias Barat.
Indonesia berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik, sehingga rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan letusan gurung berapi.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat dua segmen Megathrust yang saat ini berpotensi tinggi untuk mengalami aktivitas seismik, yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.
Kedua segmen ini sudah tidak menunjukkan aktivitas gempa selama ratusan tahun, berbeda dengan jenis gempa lain yang memiliki siklus tertentu. Salah satu indikasi adanya pergerakan lempeng ini adalah gempa bermagnitudo 5,2 yang baru-baru ini terjadi di Nias Barat.
Source: CNBC Indonesia



































