Katakota.com, -SERING dianggap lebih sehat, para perokok kini mulai beralih dari menghisap sebatang rokok ke rokok elektrik (e-cigarette) atau vape. Banyak yang juga mengatakan beralih menghisap rokok elektrik agar bisa berhenti merokok.
Benarkah demikian? Pada faktanya tidak selalu seperti itu. Rokok elektrik atau vape juga mengandung risiko yang sama dengan sebatang rokok konvensional. Berikut fakta-fakta mengenai rokok elektrik dan vape, menurut laman Center On Addiction, Kamis (21/6/2018).

1. Tetap berdampak buruk pada kesehatan
Anggapan bahwa rokok elektrik lebih sehat sepenuhnya salah. Rokok elektrik juga punya risiko yang sama besar terhadap kesehatan, seperti kerusakan otak, jantung, dan paru-paru, pertumbuhan sel kanker serta gangguan janin pada wanita hamil.
2. Mengandung nikotin
Salah satu dalih para perokok beralih menggunakan rokok elektrik adalah ketiadaan nikotin. Padahal, rokok elektrik dan vape juga tetap mengandung nikotin yang adiktif. Kecanduan rokok elektrik atau vape justru bisa membuat Anda kembali menghisap sebatang rokok konvensional.
3. Tidak cukup ampuh membuat berhenti merokok
Rokok elektrik dan vape sering dianggap alternatif yang tepat untuk mulai berhenti merokok di kalangan perokok. Nyatanya, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa menghisap rokok elektrik atau vape benar-benar menghentikan kebiasaan merokok.

4. Belum ada bukti kandungan aerosolnya aman
Penelitian untuk membuktikan efek jangka panjang nikotin cair (aerosol) terhadap kesehatan dan kandungan kimia lainnya sangat terbatas. Yang jelas, nikotin cair yang digunakan pada vape dan rokok elektrik mengandung sejumlah racun berbahaya seperti logam berat dan karsinogen.
Menurut South China Morning Post, rokok elektrik tetap mengandung tembakau. Alih-alih dibakar, tembakau hanya dipanaskan dengan menggunakan perangkat elektronik. Pengguna kemudian menghirup aerosol yang mengandung nikotin dan bahan kimia lainnya.
Rokok elektrik juga sering disebut rokok herbal karena dibuat dari ekstrak tanaman, rempah-rempah, atau buah-buahan, alih-alih tembakau. Namun, tetap saja rokok elektrik dikonsumsi dengan cara dibakar sehingga mirip dengan rokok konvensional.
Sumber : Okezone.com


























