
Guru SMP Negeri 30 Kota Tangerang, Jamilah, berhasil meraih Juara I kategori Lomba Inovasi Media Pembelajaran dalam ajang Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup. Prestasi tersebut diraih berkat inovasi media pembelajaran bertajuk Eco Pressure Park, sebuah maket edukatif yang memanfaatkan barang bekas sebagai sarana pembelajaran.
Jamilah menjelaskan, inovasi tersebut dirancang untuk mempermudah siswa memahami materi tekanan dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan kembali barang bekas. Hal itu disampaikannya saat ditemui di SMP Negeri 30 Kota Tangerang, Rabu (5/8/2026).
“Saya membuat maket yang saya beri judul Eco Pressure Park. Di situ anak-anak bisa belajar tentang tekanan, dan medianya menggunakan barang bekas. Jadi anak-anak tidak hanya tahu materi secara akademis, tetapi juga belajar bagaimana memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang lebih berguna,” ujar Jamilah.

Menurutnya, pembelajaran fisika kerap dianggap sulit sehingga membuat sebagian siswa kurang termotivasi. Melalui media tersebut, konsep-konsep seperti Hukum Newton hingga tekanan hidrostatis dapat dipelajari secara lebih sederhana karena dikaitkan dengan kondisi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Jamilah mengatakan, Eco Pressure Park diterapkan pada pembelajaran IPA kelas IX, khususnya materi tekanan. Namun, pemanfaatannya juga dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain.
“Media ini tidak hanya digunakan di IPA, tetapi juga pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Di Matematika bisa digunakan untuk mengukur debit dan volume air, sedangkan di Bahasa Indonesia anak-anak belajar membuat teks prosedur,” katanya.
Tak hanya menjadi media pembelajaran, inovasi tersebut juga memiliki manfaat praktis bagi siswa melalui simulasi filtrasi air sederhana.
Menurut Jamilah, siswa dapat mempraktikkan teknik penyaringan air menggunakan bahan sederhana untuk membantu mengatasi persoalan air bersih di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Salah satu bagian medianya adalah filtrasi. Dengan belajar filtrasi, anak-anak bisa menerapkannya secara sederhana di rumah. Saat banjir air bersih sulit didapat atau ketika kualitas air tanah kurang baik, mereka sudah memiliki pengetahuan dasar untuk membuat penyaring air sederhana,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 30 Kota Tangerang, Muhamad Dace, mengapresiasi capaian yang diraih Jamilah. Ia menegaskan sekolah terus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang kreatif sekaligus mendukung pendidikan ramah lingkungan.
“Sekolah memberikan dukungan penuh terhadap inovasi yang dilakukan Bu Jamilah dalam pengembangan media pembelajaran ramah lingkungan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian kesempatan untuk mengembangkan dan menerapkan inovasi di kelas, fasilitasi sarana dan prasarana yang tersedia, pendampingan serta supervisi akademik, apresiasi terhadap karya inovatif, dan mendorong diseminasi praktik baik kepada guru lain agar memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” ujar Dace.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para guru untuk terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan mampu menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik sejak dini. (Agung)






























