Kisruh PPDB, Warga Gembok Kepala Dindik di SMPN 23 Kota Tangerang

49
Kisruh PPDB, Warga Gembok Kepala Dindik di SMPN 23 Kota Tangerang,(Katakota.com/adit)

Tangerang, Katakota.com– Puluhan warga RW 04 Kelurahan Panunggangan Utara menahan Kepala Dinas Pendidikan Abduh Surahman beserta jajaran di SMPN 23 Panunggangan Utara, Senin (9/7). Mereka meminta agar difasilitasi menjadi siswa sekolah tersebut.

Diketahui sistem Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di kota Tangerang menerapkan sistem zonasi tingkat RW. SMPN 23 berada di RW 05 yang berbatasan langsung dengan RW 04.

Kepala Dinas yang akan kembali ke kantornya usai mediasi dengan warga setempat berdebat dengan beberapa warga agar permintaannya dikabulkan.

Dalam pertemuan dengan warga Abduh beserta jajaran menegaskan tidak bisa mengakomodir keinginan warga. Warga yang tidak puas kembali melakukan aksi didepan gerbang sekolah.

Abduh pun kembali lagi kedalam sekolah sebab warga menghalangi gerbang dan mengikatnya dengan lakban. Kepala Dinas menegaskan kepada warga bahwa dirinya tetap mengacu kepada aturan dan sistem yang berjalan.

“Garis tegasnya kita tetap pada aturan main jadi tidak ada yang bisa kita akomodir,” ujar Abduh.

Ia pun akan melaporkan hasil pertemuan bersama warga kepada Walikota.

“Jika saya ga bisa keluar saya tidak bisa menyampaikan laporan kepada Walikota,” kata Abduh kepada warga.

Abduh menawarkan solusi kepada warga yang tidak diterima dalam PPDB agar mendaftarkan ke sekolah swasta kemudian melakukan pindah sekolah. Upaya tersebut juga mengakomodir siswa yang tidak mampu melalui program Tangerang Cerdas.

“Masuk ke sekolah swasta terlebih dahulu selama satu tahun kemudian pindah namun melalui mekanisme mutasi bukan sistem PPDB, Itu sebagai sebuah solusi agar sistem ppdb ini tidak rusak,” ucap Abduh.

Ia mengungkapkan Kota Tangerang sebagai salah satu bagian dari rencana aksi KPK Salah satunya adalah Pelaksanaan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di kota Tangerang.

“Oleh karenanya kami tegas menegakan aturan, ” tegasnya.

Samnah salah satu warga RW 04 yang rumahnya tepat disamping sekolah berharap Kepala Dinas mengabulkan permintaan dirinya dan warga lain. Ia mengaku sedih bila tak diterima di sekolah tersebut sebab akan menambah beban biaya sekolah anaknya.

” Kalau jauh pakai ongkos lagi, kasian kita orang kecil, pokoknya kami minta anak kami sekolah disini,” kata dia.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.