Manfaat tanda tangan elektronik di dokumen kependudukan dan pencatatan sipil 

6
Dukcapil Menyapa Masyarakat

 Disdukcapil Kota Tangerang menerapkan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

R. Rina Hernaningsih selaku kepala Disdukcapil Kota Tangerang mengatakan penerapan TTE sesuai dengan amanat pasal 5 ayat 5 Permendagri RI nomor 7 tahun 2019 tentang pelayanan administrasi kependudukan secara daring.

“Jadi tidak seperti dulu lagi ada tanda tangan basah kepala dinas di dokumen, tetapi menggunakan tanda tangan elektronik, semua prosedur dipersingkat sehingga mempercepat masyarakat dalam memperoleh dokumen,” ujarnya. 

Manfaat lain dari penerapan  TTE adalah dokumen tidak perlu dilegalisir untuk memastikan keaslian dokumen tersebut.

“Berdasarkan Permendagri nomor 104 tahun 2019 tentang pendokumentasian administrasi kependudukan pasal 19 ayat 6 yang berbunyi dalam hal dokumen kependudukan dalam format digitaldan sudah ditandatangani nsecara elektronik dan KTP-El tidak memerlukan pelayanan legalisir,” kata dia.

Terlebih kondisi saat ini di masa pandemi tidak diperbolehkan adanya kerumunan dan antrian pelayanan. “Jadi tidak perlu dilegalisir lagi dan datang ke kantor Dukcapil,” ujarnya.

Selain tak pelu dilegalisir kembali, Penerapan TTE menjamin validitas dokumen kependudukan dan pencatatan sipil benar-benar dikeluarkan oleh Disdukcapil Kota Tangerang.

“Tanda Tangan Elektronik pada penerbitan KK, SKPWNI, Akta kelahiran,Akta kematian menggunakan quick record (QR) Code tanpa ada tanda tangan basah dan stempel dinas untuk mengetahui keabsahan atau kevalidan data dapat diketahui dengan memindai menggunakan QR Scanner misalnya veryDS,” ujar dia.

Kemudian saat ini Disdukcapil menggunakan dokumen kertas HVS A4 80 gram warna putih.

Penerapan sesuai dengan Permendagri nomor 109 tahun 2019 dimana salah satu substansinya memuat amanat perubahan spesifikasi blanko dokumen kependudukan kecuali KTP-Elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Kalau dulu masyarakat melihat dokumen kependudukan dan pencatatan sipil dengan blanko seperti warna biru diatasnya atau security printing sekarang seluruh Indonesia pencetakan dokumen menggunakan kertas HVS A4 80 gram warna putih,

“Jadi ketika sudah selesai mengurus dokumen jangan menganggapnya palsu karena sekarang sudah diterapkan di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Kemudian dikatakan mantan Kadisbudpar ini, masyarakat dapat mencetak secara mandiri dokumen menggunakan kertas HVS A4 80 gram warna putih.

“Sepanjang ga ada perubahan elemen di dokumen, dapat dicetak secara mandiri melalui PIN yang diterima, sehingga tak perlu datang ke kantor Dukcapil, lalu juga bisa di cetak di Anjungan Dukcapil Mandiri yang akan ditempatkan di Tangcity Mal,” paparnya.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.