Namanya Dicatut untuk Penipuan, Ketua DPRD Kota Tangerang Lapor Polisi

4
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo melaporkan pencatutan namanya oleh orang tak dikenal ke Polres Metro Tangerang Kota/ Foto Istimewa

Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo menyambangi Polres Metro Tangerang Kota, pada Sabtu (27/3) lalu. Kedatangannya terkait dengan upaya penipuan yang dilakukan orang tak bertanggung jawab kepada sejumlah Pondok Pesantren.

 

Gatot menerangkan dugaan penipuan itu mencuat ketika ada seseorang yang menawarkan sedekah kepada salah satu pondok pesantren di Kota Tangerang dengan menggunakan nama dan fotonya.

Dalam percakapan melalui aplikasi pesan singkat whatsapp, oknum tersebut menggunakan nomor telepon 083192782681.

“Ada beberapa pesantren yang ditawarkan bantuan. Ada orang yang menggunakan profil saya menawarkan bantuan itu. Kemudian juga pak Turidi Susanto, Wakil Ketua DPRD menginformasikan ada juga tawaran serupa tapi dengan pesantren yang berbeda,” ujar Gatot ditemui, Senin (29/3).

 

Gatot pun melaporkan kejadian ini kepada Polres Metro Tangerang Kota. Oknum tersebut saat ini masih beraksi dan menggunakan profil sejumlah anggota dewan baik di Tangerang maupun luar Tangerang.

 

“Kemarin nomor itu profilnya anggota dewan dari PPP. Sekarang ganti lagi. Jadi nomor handphonenya masih itu tapi profilnya ganti- ganti,” katanya saat melaporkan didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Turidi Susanto dan anggota DPRD PDI Perjuangan Andri Permana.

 

Sejauh ini kata Gatot, belum ada korban dari oknum tersebut yang menggunakan namanya. Lantaran saat itu, pihak pesantren tidak langsung percaya.

 

“Informasi yang kita dapat pihak pesantren justru kroscek. Dia kroscek ke pak Turidi. Jadi belum ada transaksi. Kata dia itu bukan yang pertama menawarkan bantuan,” ungkap Gatot.

 

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan sebenarnya kejadian serupa sudah terjadi berulang kali. Namun, belum ada laporan ke polisi.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati lagi dengan informasi terkait meminta atau menawarkan bantuan.

 

“Ini bukan yang pertama pak camat Maryono (Camat Periuk) juga pernah, sebelum dilakukan kroscek ke pihak terkait. Jangan sampe ada pihak yang dirugikan,” ujar dia.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.